Dwi Sasono Dituntut 9 Bulan Rehabilitasi

by -

METROPOLITAN – Artis Dwi Sasono kembali menja­lankan sidang perkara kasus narkoba jenis ganja di Peng­adilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (23/9). Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Atas sidang kali ini, Dwi Sasono dituntut menjalani masa rehabilitasi selama sembilan bulan. Hal ini disampaikan langsung JPU di persidangan.

Bukan hanya itu, latar belakang dan poin-poin yang menunjang tuntutan tersebut juga dijelaskan JPU. Mereka meminta Dwi dinyatakan ber­salah sebagai pengguna narkoba jenis ganja.

”Kami menuntut, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan, satu menyatakan terdakwa Dwi dinyatakan ber­salah yaitu sebagai penyalahgu­naan narkotika golongan satu, dalam dakwaan altenatif hukum,” ujar JPU. ”Kedua sembilan bulan masa pengobatan atau perawatan yang sudah dijalani terdakwa,” la­njutnya. ”Ketiga menyatakan terhadap barang bukti berisi ganja seberat 16 gram ganja dirampas untuk dimusnahkan,” sambungnya.

Mendengar hal tersebut, Dwi Sasono yang hadir secara virtual dari RSKO Cibubur, Jakarta Timur, tak mem­berikan tanggapan lagi. Dwi hanya menegaskan dirinya mendengar tuntutan dari JPU.

Di samping itu, penasihat hukum Dwi Sasono merasa tak setuju dengan tuntutan tersebut. Mereka menyampai­kan klaim B untuk menjalankan pledoi pada sidang sela­njutnya. ”Setelah kami mendengar tuntutan yang disam­paikan, menurut kami ada beberapa kekurangan maka kami akan mengajukan klaim B (pledoi). (Disiapkan) Satu minggu yang mulia,” tutur Aris Marasabessy selaku penasihat hukum.

Permintaan penasihat hukum Dwi dikabulkan dan akan dilanjutkan hakim pada sidang berikutnya 30 September 2020. ”(Sidang lanjutan) Untuk memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa, menetapkan pada Rabu, 30 September 2020 pukul 13:00 WIB,” ujarnya.

Dwi Sasono disebut tidak mengalami ketergantungan obat semasa rehabi­litasinya itu. Hal tersebut diung­kapkan dokter Carla selaku dokter yang merawat Dwi saat menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Sela­tan, Senin (14/9). ”Kalau keter­gantungan, yang bersangkutan tidak ada diagnosis ketergan­tungan,” ujar Carla saat membe­rikan kesaksiannya.

Lebih lanjut hal tersebut dipicu dari penggunaan Dwi Sasono atas gan­ja yang tidak rutin. Riwayat yang didapat­kan pihak RSKO, suami Widi Mulia itu memang tidak rutin menggunakan ganja semasa sebelum penang­kapan sehingga tak ada unsur ketergantungan. ”Karena kalau ketergantungan, rentang waktu penggunaan terus-menerus. Ini dari riwayat yang kami dapat dia tidak meng­gunakan terus-menerus hanya pada momen-momen ter­tentu,” sambung Carla. ”Sekali lagi saya bilang, bahwa ini bukan ketergantungan jadi secara umum tampaknya se­perti biasa aja,” tegasnya lagi. (dtk/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *