Gaek Garong, Legenda Joki Adu Layangan dengan Julukan ‘Pendekar Langit’

by -

METROPOLITAN.id – Adu layangan ternyata bukan sekadar permainan biasa. Lebih dari itu, bermain layangan adalah melestarikan budaya yang memang sudah ada dari zaman dahulu.

Kalimat itu keluar dari lelaki berusia 50 tahun, Aep. Di dunia adu layangan, Aep atau yang dikenal Gaek Garong memiliki nama yang cukup harum.

Ia merupakan salah satu legenda yang sudah malang melintang di dunia joki adu layangan.

Aep berasal dari Jl. Muhammad Toha, kota Bandung, Jawa Barat. Dirinya adalah salah satu joki adu layangan yang sudah berkiprah sejak era 90-an.

“Bermain layangan bukan hanya sekadar hobi, namun sekaligus melestarikan budaya yang memang sudah ada dari zaman dahulu,” katanya.

‘Pendekar Langit’, begitu orang memberi julukan pada Gaek Garong.

Menurut Pendekar Langit, layangan adu memang memiliki ciri khas sendiri, baik dari arku, kertas layangan, tali kama dan khususnya gelasan serta tekhnik yang dipergunakan.

“Saya memulai sebagai joki layangan sejak awal tahun 90-an di Bandung dan sudah banyak mengikuti pertandingan di seluruh wilayah Jawa Barat,” ungkap Pendekar Langit.

Selain sebagai joki layangan adu, Pendekar Langit juga ternyata menjual gelasan.

Atas kiprahnya selama ini, banyak suka duka yang sudah dirasakannya sebagai joki layangan adu. Yang jelas, mesti usianya tak lagi muda, Pendekar Langit tetap konsisten mempertahankan budaya adu layangan.

Tak kalah penting, Pendekar Layangan berharap ada penerusnya dari komunitas maupun paguyuban adu layangan.

“Walaupun umur saya sudah 50 tahun, saya tetap konsisten untuk mempertahankan budaya ini. Saya juga berharap, baik dari komunitas maupun paguyuban adu layangan ini, harus ada regenerasi. Karena ini salah satu budaya Indonesia yang harus dipertahankan,” tegasnya.

Salah seorang legenda adu layangan dari Kota Bogor, Romli pun mengakui kehebatan “Pendekar Langit’.

Romli menceritakan, julukan Pendekar Langit di sandang oleh Gaek Garong dikarenakan dalam setiap pertandingan layangan perseorangan atau beregu, ia selalu menjatuhkan lawan-lawannya.

“Pendekar Langit tak pernah menolak tantangan dari yang ingin mengajaknya bertanding, bahkan dalam tekhnik tarikan layangan sangat keras,” ungkap Romli. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *