Hari Agraria Nasional, KPK Selamatkan Aset Negara Rp4,2 T pada 2020

by -

METROPOLITAN.id – Indonesia memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional tiap 24 September. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana peringatan dilakukan secara sederhana ditengah pandemi Covid-19.

Pada semester pertama 2020, rupanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menyelamatkan aset lahan negara dengan total nilai Rp4,2 Triliun. Dimana mana semua aset tersebut telah dikembalikan kepada negara, baik ke lembaga, kementerian atau pemerintahan daerah.

Ketua KPK RI Firli Bahuri mengatakan, peringatan sepatutnya dijadikan momentum perbaikan dan kebangkitan dunia agraria tanah air, dengan cara menerapkan fundamental reforma agraria, sebagai salah satu Program Prioritas Nasional yang ditetapkan Presiden Jokowidodo secara utuh dan menyeluruh.

Menilik pada Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960, terdapat tiga tujuan reforma agraria yang dicanangkan pemerintah, Pertama, menata ulang struktur agraria yang timpang jadi berkeadilan, Kedua, Menyelesaikan konflik agraria, dan Ketiga menyejahterakan rakyat setelah reforma agraria dijalankan

“Esensinya, bagaimana kita melakukan penataan pertanahan untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya dengan memberikan kepastian hukum dalam bidang pertanahan,” katanya.

Ia melanjutkan, seperti diamanatkan Undang-Undang Tipikor Nomor 19 Tahun 2019 pasal 6 huruf a,b,c,d dan e, KPK dapat melakukan tindakan pencegahan dengan berkoordinasi, memonitoring sekaligus melakukan supervisi dan sejalan dengan langkah penyelidikan, penyidikan dan tuntutan dalam memberikan kepastian hukum dalam dunia agraria nasional.

“Sesuai amanat pasal 6 huruf b, kita bisa selamatkan aset negara Rp4,2 triliun pada semester pertama 2020. Hasil koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan korupsi dan pelayanan publik,” tandasnya.

Keberhasilan tersebut, kata dia, tak lepas dari peran aktif dan keterlibatan bersama saat melakukan intervensi terkait penyelesaian permasalahan tanah, antara lain memperbaiki atau membangun sistem manajemen ASN, tata kelola pusat hingga kedaerah, manajemen aset pusat dan daerah serta lainnya.

Ia berharap sudah tidak ada lagi praktek korupsi dalam dunia agraria, sehingga implementasi Pasal 33 Ayat UUD 1945 dimana ‘Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’ dapat benar-benar dirasakan oleh segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote.

“Cukup GTU, mantan Kepala Kantor Wilayah BPN Kalimantan Barat (2012-2016) dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur (2016-2018) serta saudara S, eks Kabid Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah kantor BPN Wilayah Kalimantan Barat, yang dijadikan pesakitan oleh KPK karena perilaku koruptifnya,” tegas Firli.

Perilaku dua oknum pejabat BPN yang meminta gratifikasi atas kepengurusan izin lahan itu, sudah tentu menjadi faktor penghambat investasi para pengusaha di daerah. Sehingga berimbas pada melambatnya perkembangan dan pengembangan ekonomi daerah khususnya ekonomi rakyat sekitar.

Ia pun mengajak kepada seluruh eksponen bangsa untuk menjadi ‘mata rakyat’ yang memiliki integritas serta menjaga nilai-nilai kejujuran, sehingga kilau dan silau cahaya korupsi tak kan mampu membutakan pandangan mereka. Mereka berani menolak untuk diam, bahkan semakin lantang berteriak, meneriakkan kebenaran diantara bisikan bujuk rayu kejahatan korupsi.

“Banyak yang membenci korupsi, namun tidak sedikit yang hanya diam sehingga korupsi kejahatan atas kemanusiaan tersebut bisa terjadi.

Antusias dan peran aktif ‘mata rakyat’ ini, dapat dilihat dari tingginya angka laporan dugaan tindak pidana korupsi dalam kanal Pengaduan Masyarakat KPK, sehingga dapat kita cegah bila belum terjadi dan pasti kita tindak jika korupsi telah dilakukan.

“Jangan diam, lihat, lawan dan laporkan praktek korupsi sedini mungkin agar dapat kita cabut hingga ke akar-akarnya, serta pedang keadilan cepat melesak masuk tepat dan mematikan jantung laten korupsi yang telah berurat akar dinegeri ini,” tuntasnya. (*/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *