Hiii Jorok, Saluran Air Jalan Lawang Seketeng Bogor Tertutup Sampah Bekas PKL

by -

METROPOLITAN.id- Kondisi saluran air di jalan Lawang Seketeng semakin mengkhawatirkan. Kondisinya penuh dengan sampah yang dibuang oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang masih berdagang di Jalan Lawang Seketeng.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Dimas Tiko menuturkan bahwa setiap harinya, dua dump truck terisi penuh untuk mengangkut sampah para PKL. Baik yang tercecer dijalanan ataupun yang ada di saluran air.

“Khusus sekitaran Jalan Lawang Seketeng kita rutin tiap hari, dua dump truk itu selalu penuh. Kalau dikubik mah bisa 16 kubik sampah per hari,” kata Dimas kepada Metropolitan.id, Rabu (9/9).

Ia menambahkan, sampah yang diangkut cukup beragam, mulai dari balok kayu, sayur dan buah busuk hingga sampah plastik.

Baca Juga  Start Up Aplikasi Berita Selular Ini Dapat Suntikan Dana Rp65 Miliar

“Bahkan ada sampah karung di saluran air. Memang kondisinya sangat kacau dan itu menyumbat saluran air,” ujarnya.

Kondisi ini pun membuat Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim geram. Sebab saat ini Pemkot Bogor tengah melakukan program normalisasi saluran air disepanjang jalan Lawang Seketeng.

Pengerjaan proyek disebut sudah 90 persen itu pun terhambat karena adanya sampah yang selalu menumpuk setiap harinya. Bahkan menyumbat saluran air.

“Sedih liat saluran air yang sudah kita normalisasi di Lawang Seketeng, ditimbun lagi sama PKL,” kata Dedie.

Menurut Dedie, kondisi ini terjadi lantaran relokasi PKL Lawang Seketeng yang belum selesai. Sebab, sejak direlokasi pasca lebaran, sampai saat ini masih ada beberapa PKL yang berdagang karena enggan direlokasi. Untuk itu, Dedie meminta kepada masyarakat agar berbelanja di tempat yang legal, yaitu di pasar rakyat.

Baca Juga  Makin Dekat Dengan Pelanggan

“Dengan begitu maka masyarakat membantu 7.000 pedagang pemilik kios atau Los di 12 Pasar resmi yg ada di Bogor yang berkontribusi langsung pada keamanan, ketertiban serta membayar restribusi resmi,” tegas Dedie.

Sekadar diketahui Dari total 696 PKL yang terdata, menurut catatan Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Muzakkir, baru 80 persen pedagang yang sudah pindah ke lantai 3 Pasar Bogor.

“Jadi yang pindah sudah ada 80 persen. Nah yang 20 persen ini masih kucing-kucingan dengan petugas di lapangan,” kata Muzakkir. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.