Jakarta PSBB Ketat, Bima Arya Prediksi Warga Ibukota ‘Banjiri’ Kota Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di wilayah DKI Jakarta, mau tidak mau akan berdampak pada daerah penyangga, seperti Kota Bogor. Sebab, aktifitas masyarakat di ibukota dan daerah penyangga sangat tinggi.

Penerapan PSBB di DKI Jakarta, bakal membuat Kota Bogor makin sibuk lantaran ditengarai bakal makin banyak warga ibukota yang datang ke Kota Hujan. Hal itu diakui Wali Kota Bogor Bima Arya. Menurutnya, sulit jika harus membatasi pergerakan warga Jakarta yang ingin masuk Bogor. Sehingga, perlu ada antisipasi untuk mengurangi resiko penularan Covid-19.

“Jadi kata kuncinya antisipasi ke protokol kesehatan. Kita tidak mungkin menghalangi, membatasi orang dari Jakarta ke Bogor. Yang lebih mungkin itu, pengetatan pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat berpotensi kerumunan,” kata Bima, Minggu (13/9).

Beberapa antisipasi diantaranya, PSBB membuat restoran, rumah makan hingga tempat wisata di Jakarta akan tutup. Ini harus diantisipasi saat banyak kunjungan di hari biasa atau akhir pekan, di rumah makan hingga tempat wisata di Kota Bogor.

Baca Juga  Jelang PSBB, Harga Sembako di Kota Bogor Cenderung Stabil

“Apalagi WFH (Work From Home, red) makin banyak di Jakarta. Mungkin mereka akan datang ke Bogor. Jadi akan ada langkah-langkah pengetatan di sektor itu,” ungkapnya.

Kedua, kata dia, kegiatan hotel MICE (Meeting, Insentive, Convention dan Exhibition) ditiadakan di Jakarta. Menurut Bima, ini pun harus diantisipasi di Kota Bogor. Pihaknya pun menegaskan bahwa Kota Bogor tidak akan ada larangan itu, tapi strateginya lebih ke penguatan protokol kesehatan.

“Kita antisipasi PSB Jakarta itu dengan langkah2 penanganan protokol kesehatan. Besok (14/9) akan kita umumkan bersama sama. Setelah besok ada langkah lebih detail,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Bogor akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) ketimbang menyamakan kebijakan dengan DKI Jakarta. Pihaknya akan berdiskusi dengan Forkopimda, IDI, unsur pemuda hingga tokoh agama demi merumuskan perpanjangan PSBMK.

Baca Juga  Lima Perusahaan Berebut Proyek Surken Rp30 M

“Ya rencana PSBMK akan diperpanjang. Tapi modelnya seperti apa, besok akan djsampaikan. PSBMK itu termasuk aturan jam malam,” tegasnya.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta memastikan bakal menerapkan PSBB ketat di ibukota mulai Senin (14/9). Kebijakan ini sepeti kebijakan sebelum PSBB transisi yang sudah berjalan lebih dari lima kali perpanjangan sejak Juni lalu itu. Alasannya, kasus positif Covid-19 di Jakarta terus bertambah setiap harinya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *