Jam Operasional Dibatasi, Ojol Bogor Keberatan

by -

METROPOLITAN.id – Driver ojek online (ojol) yang sering mangkal di wilayah Cibinong tak mengetahui soal pembatasan operasional di wilayah Kabupaten Bogor. Mereka merasa keberatan dengan penerapan tersebut, terlebih penghasilan mereka menurun selama pandemi covid-19.

Diketahui, pada Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor Nomor: 443/388/Kpts/Per-UU/2020 tentang Perpanjangan Ketiga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), operasional transportasi publik berupa ojek online dan ojek pangkalan dibatasi mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Menanggapi hal itu, seorang driver ojek online, Sunu (29) mengaku tal mengetahui soal aturan tersebut.

“Gak tahu, biasanya sari aplikatornya ada infonya, tapi yang itu gak ada,” katanya saat ditemui di depan CCM, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (16/9).

Baca Juga  Bandel, Belum Siap Buka, Metropolitan Mall Cileungsi Sudah Beroperasi

Lanjutnya, selama sebulan belakangan ini, memang untuk orderan penumpang dan pesanan antar makanan masih lancar, namun jumlahnya menurun. Selama ini, ia hanya mengandalkan pesanan makanan saja.

“Sekarang kalau penumpang udah dikit, sehari bisa dapat aja syukur. Makanya saya ngandelin dari GoFood aja,” terangnya.

Sebelum perpanjangan PSBB Pra-AKB ketiga ini, ia masih bisa menerima orderan antar makanan hingga pukul 21.00 WIB.

“Kalau dari mal CCM buka sampai malem, itu orderan banyak, sehari bisa 10 order. Nah pas dibatasin jam operasional di CCM cuma sampai jam 7 malam, penghasilan menurun,” keluhnya.

Kini semenjak jam operasional tempat usaha dibatasi hingga pukul 19.00 WIB, ia hanya bisa menerima order antar makanan paling banyak 5 pesanan saja.

Baca Juga  Keluarga Tak Tahu Ria Driver Ojol

Apalagi, saat restoran makanan cepat saji ikut dibatasi, pesanan yang masuk menurun.

“Dulu pas McD 24 jam saya bisa nerima orderan sampai tengah malam. Sekarang jam sembilan malem juga saya sudah pulang, sudah sepi,” tuturnya.

Selama pandemi ini, dalam sehari ia hanya bisa mengumpulkan Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu saja. Hal serupa juga dialami Pur (35), driver ojek online yang mengalami penurupan penghasilan akibat pandemi.

“Susah sekarang cuma bisa andelin dari anter makanan saja. Makanya saya keberatan dengan pembatasan jam operasional ini, apalagi dibatasi cuma sampai pukul 10 malam,” tutur Pur.

Untuk diketahui, Pemkab Bogor memperpanjang PSBB Pra-AKB hingga tanggal 29 September 2020. Selama penerapan PSBB Pra-AKB, operasional tempat usaha dibatasi hingga pukul 19.00 WIB. (Cr3/c/fin)

Baca Juga  Tarif Ojol Bakal Di Turunkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *