Jelang Pensiun, Sekdakot Bogor Isi Pengajian di Disdik

by -
DOK HUMAS PEMKOT BOGOR

METROPOLITAN – Lima hari jelang purnabakti, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat berkesempatan mengisi tausiah penga­jian rutin bulanan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor di aula Disdik, Jalan Pajajaran, Jumat (25/9).

Di pengajian ini selain menyampaikan bebe­rapa ayat Alquran, Ade Sarip juga turut memberi­kan beberapa pesan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). ”Ini kesempatan saya untuk belajar menyampaikan ayat yang saya tahu sembari memperbaiki diri,” ujar Ade.

Ade mengatakan, hidup ini tidak ada yang abadi. Termasuk jabatan sekda yang menempel padanya, ada tanggal selesainya. Meski begitu, ada sesuatu yang pasti namun tidak diketahui kapan terjadinya, yakni ajal sehingga harus juga dipersiapkan menghadapi sesuatu yang pasti ini.

”Ada salah satu ayat di Alquran di mana kita jangan berlebih buat urusan harta, jabatan, jangan sombong. Siapa yang tidak sombong akan mendapatkan surga,” imbuhnya.

Ia menceritakan ada kenangan yang tak terlupa­kan dari Disdik. Pasalnya, awal mula menjadi PNS, dinasnya di Disdik Kota Bogor. Tak ayal diundangnya ia menjadi narasumber sekaligus menjadi pertemuan dengan teman-temannya di Disdik.

Ia pun memberi pesan bahwa kerja di mana saja harus dinikmati, disyukuri dan dilakukan dengan profesional, terutama bagi ASN yang merupakan pelayan publik dan pelaksana kebijakan publik. ”Bekerja lebih baik, belajar memahami aturan, bekerja sesuai aturan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin mengatakan, ini momen yang tepat sekali antara jadwal pengajian bulanan Disdik dengan sekda yang akan purnabakti.

Tak ayal, Ade Sarip turut memberikan pesan agar ASN mempunyai pegangan hidup dan prinsip yang kuat, mengingat agama pun sudah memberikan rambu, termasuk dalam bekerja.

”Peserta tausiah seluruh pegawai Disdik dan ini sudah digelar sejak dua tahun lalu setiap bulan. Di masa pandemi ini tausiah digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, dengan nara­sumber dari ulama, ASN, terutama guru agama Islam,” kata Fahmi, sapaan akrabnya. (*/feb/run/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *