Kasus Tendangan Terbang Oknum Satpol PP Bogor Masuk Penyelidikan Polisi

by -

METROPOLITAN.id – Tindakan represif oknum Satpol PP Kabupaten Bogor saat membubarkan aksi mahasiswa dari HMI MPO Cabang Bogor di depan gerbang Kantor Bupati Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9), berbuntut panjang. Usai para korban luka-luka melapor, polisi kini tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut.

“Kami telah menerima laporan polisi dari korban yang melakukan aksinya kemarin. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, Jumat (18/9).

Sebelumnya, aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gerbang Kantor Bupati Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor berujung ricuh.

Massa aksi sempat baku hantam dengan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor yang mengamankan aksi.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, massa aksi menuntut soal polemik dugaan maladministrasi proyek pembangunan salah satu RSUD.

Mulanya, para mahasiswa terlibat adu dorong dengan aparat di pintu gerbang kantor bupati. Tak berselang lama, sejumlah aparat Satpol PP dan Polisi ramai-ramai keluar dari dalam gerbang mendekati para mahasiswa di luar gerbang.

Saat di luar gerbang, kericuhan pun tak terhindarkan. Baku hantam antara massa aksi dan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor terjadi.

Bahkan, video pembubaran aksi oleh anggota Satpol PP tersebut langsung viral di grup-grup WhatsApp. Musababnya, cara mereka membubarkan massa terkesan sadis.

Yang paling menyita perhatian, ada salah satu anggota Satpol PP yang melayangkan ‘tendangan terbang’ ke salah satu massa aksi hingga tersungkur. Tak sampai di situ, anggota Satpol PP masih terus berusaha memukuli pendemo tersebut.

“Kita cukup kecewa dengan aparat hari ini terkesan refresif,” kata Korlap Aksi, Badru Tamam.

Setidaknya, ada lima mahasiswa yang mengalami luka-luka. Mereka pun telah membuat laporan ke polisi.

Aksi ini juga menjadi sorotan DPRD Kabupaten Bogor. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Heri Aristandi mengatakan, aksi kekerasan saat pembubaran aksi tak layak dilakukan dengan alasan apapun.

Seharusnya, petugas mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis.

“Ini mencoreng nama baik kita bersama dan harus jadi perhatian serius. Menyampaikan pendapat itu menjadi hak, kalaupun harus dibubarkan ya dengan cara yang baik. Ini kan malah jadi contoh buruk,” kata Heri.

Rencananya, pihaknya akan memanggil Satpol PP Kabupaten Bogor untuk memberi penjelasan soal aksi yang kemudian viral di media sosial tersebut.
Ia berharap aksi serupa tak terulang kembali di kemudian hari. Satpop PP juga diminta melakukan evaluasi dan pembenahan.

“Aparat negara jangan mengesankan sebagai sosok yang arogan. Ini yang kemudian menjadi PR ke depannya. Saya berharap kejadian seperti ini tak terulang,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *