Keranda Mayat Jadi Saksi Warga Tak Bermasker

by -

METROPOLITAN.id – Keranda mayat jadi saksi warga tak bermasker. Hal itu terjadi saat razia masker di area Pasar Tohaga Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Kamis (3/9).

Dalam razia tersebut, didapati puluhan warga yang kedapatan keluyuran tanpa mengenakan masker. Delapan di antaranya diberi sanksi dengan dimasukan ke dalam mobil ambulans yang terdapat keranda mayat satu per satu.

Selama di dalam ambulans ditemani keranda mayat, warga yang tak memakai masker diminta merenung. Mereka boleh keluar setelah dikurung sekitar dua menit. Keranda mayat menjadi saksi atas tidak diterapkannya protokol kesehatan selama pandemi.

Camat Parung yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Parung, Yudi Santosa mengatakan, hukuman tersebut diberikan untuk menimbulkan efek jera bagi warga yang tak mengenakan masker.

Baca Juga  Angket KPK Terus Berlanjut

Menurutnya, di tengah pandemi ini, kelalaian tidak mengenakan masker bisa menyebabkan kematian dirinya, keluarga atau orang lain karena risiko tertular virus corona.

“Kita harapkan para pelanggar yang tidak pakai masker tersebut dapat merenungkan akibat kelalaiannya,” kata  Yudi.

Yudi menjelaskan, razia penerapan prorokol kesehatan di pusat keramaian sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Barat nomor 450/3766/Hukham tertanggal 1 September 2020 tentang perpanjangan pemberlakuan PSBB proporsional di wilayah Bodebek.

“Perpanjangan PSBB proporsional itu diberlakukan 28 hari terhitung mulai tanggal 1 hingga 29 September 2020,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Parung, Endang Darmawan mengatakan, razia masker dilakukan di area Pasar Tohaga Parung dengan melibatkan personil gabungan dari Satpol PP, Polsek Parung dan Koramil Parung.

Baca Juga  Kisah Boy Koleksi Tusuk Gigi, Sejak 1995 Mulai Kumpulkan Kenangan untuk Anak-Cucu

Razia berlangsung sejak pukul 8.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Endang mengaku razia ini akan rutin dilakukan, khususnya di lokasi keramaian.

“Tadi ada puluhan pelanggar yang tidak pakai masker. Mereka kami berikan hukuman disiplin saja biar ada efek jera. Ada yang push up dan naik ke mobil jenazah,” pungkasnya. (mul/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.