Kota Bogor Punya SIMA PENGERAN dan SPS

by -

METROPOLITAN – Dalam mo­mentum peringatan Hari Perhu­bungan Nasional (Harhubnas) 2020 tingkat Kota Bogor, Dinas Perhu­bungan (Dishub) Kota Bogor terus berbenah, menata dan berinovasi meningkatkan kinerja meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Sejalan dengan tagline ’Harhubnas 2020: Wujudkan Asa, Majukan Indo­nesia’, Dishub Kota Bogor meluncur­kan pelayanan Sistem Informasi Manajemen Pengujian Kendaraan Bermotor (SIMA PENGERAN) dan Smart Parking System (SPS).

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Pra­bowo, mengatakan, SIMA PENGERAN hadir untuk memberi kemudahan masyarakat dengan aplikasi yang bisa diakses pada Smartphone Android di Playstore (e-Kir Kota Bogor). ­

Dalam proses kerjanya, SIMA PENGERAN mengin­tegrasikan pelayanan uji berkala kendaraan bermotor (KIR) dengan BJB online dan e-Retribusi yang ada di Ba­penda Kota Bogor, sehingga secara real time penerimaan retribusi PKB dapat dimoni­tor sebagai perwujudan pe­layanan yang lebih transpa­ran dan akuntabel.

Dalam operasionalnya, SIMA PENGERAN membe­rikan pelayanan yang lebih pada Unit Pelaksana Uji Ber­kala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Dishub Kota Bo­gor yang lebih efektif telah mencakup pelayanan. Mulai pendaftaran mandiri secara online, pembayaran retri­busi PKB secara non tunai (mandiri) melalui Teller BJB dan ATM, monitoring terhadap hasil uji dan pengawasan operasional dilapangan mel­alui Barcode Scanner.

Selain diberlakukannya SIMA PENGERAN, Dishub juga melakukan uji coba Smart Parking System (SPS), yaitu sistem pelayanan berbasis elektronik untuk pembayaran retribusi parkir tepi jalan umum secara non tunai. SPS tahap awal akan diuji coba di dua tempat terpisah, di antaranya di Jalan Pengadilan sebagai lokasi rawan kema­cetan dengan sarana Hand­held yang difasilitasi BJB, secara operasional dapat diterapkan tarif parkir prog­resif.

”Jadi nggak bisa lagi tuh, parkir seharian di bahu jalan seperti itu dengan tarif sama. Kita terapkan tarif progresif,” ujarnya. Ia menambahkan, lokasi kedua di Jalan Dewi Sartika dengan tarif parkir flat melalui pemanfaatan Barcode QRIS yang dapat mengakses berbagai alat pembayaran nontunai, se­perti Ovo, Dana, Go-Pay dan lainnya. ”Apabila berdasarkan hasil evaluasi realisasi pene­rapan uji coba SPS Handheld dan QRIS efektif, maka akan kembangkan lebih lanjut,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, pihaknya juga mem­berikan penghargaan kepada tujuh pegawai PNS dan non-PNS dari setiap unit kerja atas dedikasi dan kinerja terbaik, dengan memberikan sertifi­kat dan kadeudeuh.

Tak cuma itu, ada pula seorang pegawai yang mendapat punishment atas pelanggaran disiplin kepe­gawaian dengan sanksi penurunan pangkat. Seba­gai cerminan penerapan Lima Citra Manusia Perhu­bungan. ”Jadi semua sama. Harus ada reward dan ada punishment, sehingga ki­nerja pegawai pun terpacu untuk tetap bekerja dengan baik. Kalau tidak baik atau melanggar ya ada punish­ment-nya,” paparnya.

Lalu, ada pemberian ban­tuan sosial kepada 30 pegawai PNS, non-PNS dan yatim piatu sebagai wujud kesetia­kawanan sosial dan perwu­judan saling kerja sama, sama-sama bekerja dalam suasana kebersamaan bentuk kekom­pakan insan Dishub Kota Bogor.

Ia juga berharap adanya program peningkatan layanan angkutan perkotaan Jabode­tabek melalui pengembangan sistem angkutan umum mas­sal berbasis jalan serta adanya fasilitasi bantuan keuangan Pemerintah-BPTJ Kemenhub, dengan skema ’Buy The Ser­vice’ yang akan di canangkan pada 2021 dapat menyentuh Kota Bogor dalam peng­embangan koridor Transpa­kuan. ”Sehingga memberikan dampak pada proses re-strukturisasi Perusahaan Daerah Jasa Transportasi Kota Bogor,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menuturkan, pada momen Harhubnas tahun ini, ada beberapa yang sudah berja­lan. Seperti progres pena­taan angkutan umum mela­lui rasionalisasi-reduksi jumlah angkot dengan kon­versi 2:1. ”Realisasi sejak Februari sampai Agustus telah mengurangi kendaraan sebanyak 100 unit dari lima Badan Hukum. Sehingga angkot tidak lagi berjumlah 3.412 unit tetapi sampai akhir Agustus telah menjadi 3.312 unit,” ujarnya.

Selain itu, untuk program jangka menengah, ia menga­presiasi inovasi yang dilaku­kan dalam uji coba sistem parkir dengan SPS, di Jalan Pengadilan dan Dewi Sartika. Di mana ada tarif parkir pro­gresif dengan jukir yang di­bekali alat.

”Jadi nggak bisa parkir di bahu jalan seharian lah dengan tarif itu. Kita buat progresif. Program prioritas jalan terus, seperti reduksi angkot yang erat kaitannya dengan konversi dan rerou­ting,” tuntas Dedie. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *