Kota Bogor Zona Merah Lagi, Bima Arya : Ada Tiga Penyebab

by -

METROPOLITAN.id – Sepekan setelah ditetapkan oleh pemerintah pusat dengan status zona oranye atau resiko sedang, kini Kota Bogor ditetapkan dengan status zona merah.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa berdasarkan rapat terbaru gugus tugas, jumlah zona merah di Jawa Barat bertambah menjadi lima daerah.

Ia menjelaskan, pekan ini terjadi perubahan status yang zona merah, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok (Bodebek).

“Dua lagi yaitu kota dan Kabupaten Cirebon,” katanya seperti dikutip cnnindonesia.com, Senin (28/9).

Meskipun ada peningkatan kasus Covid-19 di Bodebek dan Cirebon, ia menyatakan angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat masih terkendal

Baca Juga  SIAPKAN 3 MAKAM DI SETIAP TPU

“Angka reproduksi kita masih di kisaran 1,04, menandakan tingkat kecepatan penularan Covid-19 masih relatif terkendali,” ucap Emil, sapaan karibnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebelum mengambil kebijakan. Apalagi besok (29/9) juga bertepatan dengan berakhirnya penerapan masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

“Besok (29/9) kita akan rapatkan dengan Forkopimda dulu. Untuk kpastian kebijakan, misal perpanjangan PSBMK atau opsi lain, itu setelah besok dirapatkan,” kata Bima Arya saat dihubungi Metropolitan.id, Senin (28/9) malam.

Meskipun status zona jadi meningkat, ia mengakui ada beberapa penyebab Kota Bogor kembali jadi zona merah. Diantaranya karena pada minggu ini, jumlah kematian akibat kasus Covid-19 meningkat tajam. Tercatat ada enam orang yang meninggal karena Covid-19.

Baca Juga  Masih Ada Jembatan Reot di Kota Bogor

Selain itu, kata Bima Arya, jumlah kesembuhan juga turun bila dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Tak hanya itu, keterisian tempat tidur atau bed di Rumah Sakit (RS) untuk pasien Covid-19 naik, hingga diatas 60 persen.

“Penyebabnya karena, angka kematian naik. Minggu ini jumlah kematian 6 kasus. Kedua, jumlah kesembuhan turun dibanding minggu lalu. Ketiga, keterisian tempat tidur di RS naik, di atas 60 persen,” tuntas Bima Arya. (cnn/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.