Kota Bogor Zona Merah (Lagi), PSBMK Diperpanjang

by -

METROPOLITAN.id – Setelah ditetapkan kembali sebagai zona merah Covid-19, Kota Bogor pun resmi memperpanjang aturan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) selama dua minggu kedepan atau hingga 13 Oktober mendatang

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya setelah melakukan rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (29/9) siang.

“PSBMK akan berlanjut selama dua minggu kedepan dan akan dievaluasi sesuai data yang ada,” katanya kepada pewarta, Selasa (29/9).

Menurutnya, ada beberapa indikator naiknya status Kota Bogor menjadi Zona Merah. Yakni meningkatnya angka kematian, lalu menurunnya angka kesembuhan dan keterisian rumah sakit yang semakin tinggi.

“Tiga poin itu akan kita perbaiki. Kesimpulan rapat hari ini, sumber penyebaran dari klaster keluarga sebetulnya beririsan dengan klaster luar kota dan perkantoran. Sebagian terpapar dari anggota keluargan yang bekerja di luar kota, atau pergi keluar kota dengan tujuan apapun. Atau beraktivitas diluar kota dan menulari anggota keluarga,” jelasnya.

Ia menambahkan, evaluasi kedepan pihaknya bersepakat untuk memperketat protokol kesehatan di perkantoran. Pihaknya akan lebih mengawasi sejauh mana kantor-kantor disiplin mengikuti aturan.

“50 persen WFH (Work From Home, red) dan yang memiliki komorbid dilarang bekerja dulu, jadi seperti itu. Jadi penguatan kita perkantoran. Forkopimda menyetujui untuk ini, semua kantor diwajibkan memiliki satgas Covid-19, sehingga jadi mudah berkomunikasi dengan satgas tingkat kota,” paparnya.

Selain itu, adanya kebutuhan untuk tetap membatasi ekonomi warga. Namun sektor perekonomian harus terus berjalan. Ia mengklaim sudah melihat mulai ada angka keseimbangan antara sektor ekonomi dan kesehatan.

Maka protokol kesehatan akan diperluas ke perkantoran, tetapi jam operasional kemudian disesuaikan jadi hingga pukul 21:00 WIB.

“Karena kita lihat minim angka penularan atau klaster dari unit usaha atau restoran dan sebagainya. Yang lain-lain tetap sama, pembatasan kegiatan dan operasional toko tetap jam 9 malam,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustian Syah menuturkan, diperpanjangnya masa PSBMK selama dua minggu kedepan, berarti juga memperpanjang masa operasi dan penindakan yang selama ini dilakukan. Baik kaitan pembatasan kegiatan masyarakat dan operasional toko, restoran, kafe hingga pusat perbelanjaan.

“Kita lanjutkan yang sudah ada. Razia masker sampai penertiban mereka yang melanggar jam operasional. Termasuk penekanan protokol kesehatan di perkantoran seperti arahan pimpinan,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *