Musim Hujan Tiba, 16 Kelurahan di Kota Bogor Rawan Longsor Diminta Waspada

by -

METROPOLITAN.id – Memasuki akhir tahun, Kota Bogor mulai sering turun hujan dengan intensitas tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pun mencatat ada sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi bencana, mulai dari tanah longsor hingga banjir.

“Tak kurang dari 16 kelurahan di enam kecamatan se-Kota Bogor pun tercatat sebagai wilayah rawan tanah longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Priyatnasyamsah kepada Metropolitan.id, Minggu (27/9).

Ia menjelaskan, lokasi tersebut diantaranya di Kelurahan Panaragan, Paledang dan Sempur, yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.

Selain itu, beberapa kelurahan di Kecamatan Bogor Barat juga terpantau sebagai lokasi rawan longsor, diantaranya Kelurahan Curug, Loji, Gunungbatu, Pasirjaya dan Semplak. Lalu, di wilayah Kecamatan Bogor Utara, yakni Kelurahan Cimahpar dan Tegal Gundil.

“Sedangkan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan ada Kelurahan Bondongan, Muarasari, Lawanggintung serta Cipaku dan Empang yang rawan longsor. Terakhir, Kelurahan Katulampa di Kecamatan Bogor Timur,” ujarnya.

Selain wilayah yang rawan longsor, ada beberapa wilayah yang masuk kategori rawan banjir, seperti Kelurahan Cibadak dan Sukaresmi di Kecamatan Tanah Sareal, Kelurahan Kebonkalapa dan Panaragan di Kecamatan Bogor Tengah serta Kelurahan Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan dan Kelurahan Baranangsiang di Kecamatan Bogor Timur.

“Selain itu rawan banjir juga ada di Kecamatan Bogor Utara, yaitu di Kelurahan Kedung Halang, Bantarjati, Cibuluh dan Tanahbaru. Ada juga wilayah rawan angin puting beliung di Kelurahan Genteng, Bogor Selatan dan rawan pohon ambruk di Kelurahan Pabaton, Bogor Tengah,” tandas mantan Sekretaris Dinsos Kota Bogor itu.

Ia pun mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana longsor dan banjir, untuk melakukan antisipasi. Seperti warga yang berada di bantaran sungai dan rawan longsor, agar mengungsi ke tempat aman saat hujan lebat. Serta tidak berteduh dibawah pohon ketika hujan.

“Kami lakukan piket 24 jam dan menyiapkan peralatan teknis, seperti pompa air sampai perahu karet. Musim hujan tiba, warga harus lebih waspada dan siaga,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *