Musisi Bogor Protes Jam Malam, Vokalis Zigaz: Mata Pencaharian Mati

by -
PROTES : Musisi Bogor saat unjuk rasa memprotes kebijakan PSBMKS dan Jam Malam, di Balai Kota Bogor, Kamis (3/8). (foto:sandika/metropolitan)

METROPOLITAN.id – Puluhan musisi Bogor yang tergabung dalam Persatuan Musisi Bogor (PAMBO) memprotes kebijakan Pemerintah Kota Bogor terkait pemberlakuan jam malam.

Mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meninjau ulang aturan jam malam karena telah mematikan mata pencaharian musisi.

Koordinator lapangan aksi, Zulfikar mengatakan, hampir seluruh musisi di Bogor yang biasa pentas di cafe dan restoran merasakan dampak terkait penerapan jam malam.

“Sebagian besar musisi Bogor mencari nafkahnya di jam-jam malam, setelah jam kantor itu, baru kita menghibur mereka. Nah setelah jam malam ini, semua musisi mati mata pencahariannya,” kata Zulfikar di halaman Balai Kota Bogor, Kamis (3/9).

Menurutnya, akibat pembatasan jam operasional cafe atau restoran hingga pukul 18.00 WIB, maka para musisi cafe tak bisa bekerja. Intuk itu, ia meminta kepada Pemkot Bogor untuk segera mencabut aturan jam malam.

Baca Juga  Lapangan Sempur Pakai Rumput Impor Filipina

“Kita ingin kalau bisa mencabuta aturan jam malam itu. Intinya kita minta pemkot meninjau kembali ulang peraturan yang merugikan sepihak,” ungkapnya.

Zulfikar berharap, setelah melakukan diskusi dengan Pemkot Bogor bisa menemukan jalan keluarnya. Tujuannya, agar para musisi ini tidak kehilangan mata pencaharian.

Setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan Pemkot Bogor, ia mengatakan pemberlakuan jam malam akan dihentikan bila angka pasien positif covid-19 menurun.

“Pemkot Bogor juga minta data musisi Bogor untuk difasilitasi di tempat-tempat yang telah disepakati, di antaranya instansi negara, mal, pasar hingga hotel,” terangnya.

Seperti diketahui, Pemkot Bogor memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) sejak tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2020.

Baca Juga  Hari Kedua PSBB, Jalan Utama di Kota Bogor Mulai Lengang

Di masa PSBMK, Pemkot Bogor memberlakukan pembatasan jam operasional tempat usaha, seperti cafe, restoran, mal, pertokoan mulai pukul 18.00 WIB, dan tidak boleh ada kerumunan sosial di atas pukul 21.00 WIB. (cr3/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *