Ojol Bogor Tertipu Investasi Online Alimama, Ini Penjelasan Pegiat Investasi

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah driver ojek online (ojol) asal Kota Bogor melapor ke Polresta Bogor Kota karena merasa ditipu setelah mengikuti investasi online Alimama.

Diduga, investasi online bodong tersebut  menggunakan modua skema fonzi untuk menipu konsumen.

Pegiat investasi asal Kota Bogor, Ananta Herdy mengatakan, modus yang dijalankan investasi online Alimama ini mirip-mirip skema fonzi, seperti pada kasus umroh First Travel.

“Jadi sistemnya siapa duluan ikut, dia yang untung. Nah semakin konsumen ke belakang mereka yang kena cuci piring ibaratnya,” kata Nanta saat dihubungi Metropolitan.id, Kamis (24/9).

Lanjutnya, untuk menggaet konsumennya, investasi online ini memberi iming-iming untung besar dan cepat. Rupanya itu adalah jebakan agar konsumennya tertarik.

Para konsumen Alimama ini tinggal mengisi deposit melalui rekening tertentu, lalu otomatis akan mendapatkan keuntungan lewat komisi yang dijanjikan.

“Jadi mereka itu memberikan keuntungan untuk konsumen dari uang konsumen itu sendiri, jadi konsepnya muterin duit. Misal ada klien A, B dan C. Nah keuntungan klien B itu dari klien A, keuntungan klien C itu dari B dan seterusnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya Alimama yang ada di Indonesia itu berbeda dengan Alimama yang berada di China. Alimama asal China itu dibawah naungan e-commerce Alibaba Group.

Sementara Alimama di Indonesia hanya mencatut nama saja.

“Jadi kalau yang Alimama yang satu grup dengan Alibaba sebenarnya tempat jasa iklannya Alibaba Grup, kalau yang di Indonesia berbeda dan gak ada kaitan sama Alibaba Group,” terang Nanta.

Untuk diketahui, konsumen Alimama dijanjikan komisi berdasaekan harga narang yang dibeli saat ‘belaja’.

Sebenarnya konsumen seolah-olah belanja namun aslinya tidak. Uang konsumen nantinya akan dikembalikan beserta komisi yang diperoleh berdasarkan harga barang.

Nah, konsumen yang melakukan deposit lebih banyak akan mendapatkan komisi yang besar pula. Untuk itu, Ananta mengingatkan kepada banyak orang agar tidak tergiur dengan janji untung besar namun prosesnya cepat.

Selain itu, bila ingin berinvestasi ada baiknya dilihat seluk beluk perusahaan tersebut.

“Kalo misal mau investasi yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi landasannya. Misal kita berinvestasi saham, jelas jaminannya perusahaan, yang paling penting dalam investasi itu harus jelas latar belakangnya, sumber keuntungan dari mana dan yang jelas harus diawasi OJK,” ucapnya.

Sejauh ini, sepengetahuan Nanta, aplikasi Alimama ini tengah menjadi sorotan Tim Satgas Waspada Investasi OJK. Sebab, semakin ke sini makin banyak orang yang merasa tertipu. (Cr3/d/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *