Pemda Tak Bisa Larang Wisatawan Liburan ke Puncak Bogor

by -
Petugas Gabungan saat melakukan razia masker di Simpang Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (10/09/2020). Foto: Sandika/Metropolitan

METROPOLITAN.id – Kawasan Puncak Bogor tetap dipadati wisatawan meski Pemerintah Kabupaten Bogor masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Wisatawan yang menuju Puncak Bogor sulit dikendalikan lantaran pemerintah daerah tak punya wewenang untuk membatasi wisatawan masuk.

“Kalau masalah Puncak Bogor padat itu di dalam PSBB kita tidak ada peraturan terkait pelarangan orang luar masuk ke Kabupaten Bogor. Yang ada hanya operasi pengetatan 3M (memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan) untuk mencegah penyebaran covid-19,” kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan usai Rapat Evaluasi PSBB Bodebek bersama Gunernur Jabar melalui video conference di Gedung Tegar Beriman, Senin (14/9).

Baca Juga  Fix, Puncak Bogor Ditutup Saat Malam Tahun Baru

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hanya bisa membatasi jam operasional restoran, cafe, minimarket, PKL dan sejenisnya hingga pukul 19.00 WIB. Sementara jam operasional hotel tidak ada pembatasan. Sehingga, wisatawan tetap datang ke Puncak Bogor.

“Jadi puncak tetap rame karena tidak ada pelarangan orang nggak boleh menginap di hotel Puncak Bogor. Kita hanya memperketat protokol kesehatan di sana. Kalau kita larang kan rasanya tidak sesuai juga,” terangnya.

Iwan menambahkan, hanya penginapan villa yang tidak boleh menerima pengunjung. Villa hanya boleh ditempati pemiliknya dan dilarang disewakan. Langkah ini diambil lantaran penerapan protokol kesehatan di villa sulit dikontrol, tak seperti di hotel.

“Dalam Perbup PSBB, villa tidak boleh disewakan. Tapi fakta di lapangan tidak semua menerapkan itu, masih kucing-kucingan. Ini yang akan kami pantau terus. Mayoritas villa juga tidak bayar pajak, kita melindungi hotel untuk pemulihan ekonom,” tandas Iwan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.