Pemdes Putat Nutug Pertanyakan Status Domisili Warga Perumahan Panorama Bali

by -

METROPOLITAN.id – Pemeringah Desa (Pemdes) Putat Nutug mempertanyakan status domisili rumah tinggal ratusan warga di Perumahan Panorama Bali, Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Musababnya, mereka tinggal di wilayah tersebut namun belum berstatus tinggal di wilayah itu.

“Ya kurang lebih ada ratusan konsumen yang tinggal di perumahan itu, tapi tidak ada yang beralamat di Desa Putat Nutug,” kata Kepala Desa (Kades) Putat Nutug, M Darmawan, Selasa (22/9).

Informasi yang ia dapatkan, ada sekitar 3.300 rumah akan dibangun di lahan perumahan seluas 47 hektare itu.

“Mungkin saat ini baru sekitar 2.000 unit. Seharusnya pengelola di Perum Panbal (Panorama Bali) berkoordinasi dengan Pemdes setempat, karena mereka kan tinggal di Desa Putat Nutug,” keluhnya.

Senada, Babinkantibmas Desa Putat Nutug, Aiptu Tenten juga mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, walaupun pihak pengembang sudah didatangi, namun tidak ada respon untuk mengarahkan penduduk untuk membuat surat domisili ke desa.

“Kami sudah mengecek dan mendatangi lokasi tapi tidak ada respon baik. Bagaimana juga kalau terjadi apa-apa dengan warga Panbal ya pemerintah setempat yang akan mengurusnya. Tapi mereka tidak ada itikad baik, bahkan untuk mengurus domisili tinggal,” ujar Tenten.

Ia berharap pengelola perumahan bisa mengarahkan untuk membuat domisili di desa tersebut.

“Tidak sulit kok membuat surat domisili. Harus secepatnya dilaksanakan,” ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Manager Marketing Perumahan Panorama Bali, Rivai mengaku surat domisili memang harus ada. Namun secara umum, perumahan baru rata- rata penghuninya belum mau pindah dari alamat aslinya.

“Ya entah kenapa ya mereka belum mau pindah. Mungkin karena alasan anak mereka masih sekolah di tempat asalnya dan entah karena pertimbangan lainnya,” kata Rivai.

Terkait domisili tempat tinggal, ia mengaku pihaknya tidak mengimbau warga untuk membuat domisili. Menurutnya, imbauan itu harusnya datang dari pemerintah setempat.

“Apabila warga tidak menggubris harus dilakukan secara terus menerus imbauannya, bahkan harus adanya penertiban kepada warga perumahan,” terangnya.

Di samping itu, terkait beredarnya kabar adanya salah satu warga Panbal yang terpapar covid 19, Rivai menganggap hal itu sudah menjadi tugas dan fungsi aparatur pemerintahan untuk mengurusnya.

“Sifatnya kami menunggu dari aparat setempat. Tapi sepengetahuan saya belum ada imbauan langsung dari pemerintah setempat. Lebih bagus pemerintah desa dengan depelover bekerja sama untuk mengimbau warga,” tandasnya.

Sementara itu, Satpol PP Kecamatan Ciseeng, Sutardjo menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi lokasi Perumahan Panbal.

“Kami akan datangi. Bagaimana juga harus ada surat domisilinya. Harus dibuat izin tinggalnya. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Seharusnya pengembang tidak seperti ini. Harusnya berkoordinasi. Bagaimana juga mereka kan tinggal di perum itu,” pungkasnya. (yos/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *