Pemkab Bogor Bangun 50 Titik Wifi Gratis Dukung Pembelajaran Online

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana memasang wifi publik di sejumlah daerah di Kabupaten Bogor dalam waktu dekat.

Hal tersebut dilakukan demi mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) peserta didik yang selama ini dilakukan di tengah pandemi covid-19.

Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Atis Tardiana mengatakan, pemasangan wifi publik di wilayah sebagai solusi akses internet yang selama ini dikeluhkan masyarakat dalam proses PJJ.

Rencananya, sebanyak 30 hingga 50 titik wifi publik bakal tersebar di 39 desa dan kelurahan di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Sesuai arahan dari Bupati Bogor, fokus kita adalah menyediakan layanan internet untuk masyarakat. Khususnya daerah yang memang terkendala akses internetnya,” kata Atis, Selasa (1/9).

Baca Juga  Mahasiswa Pascasarjana UNPAK Sukseskan Seminar Nasional

Meski begitu, Atis mengaku masih belum bisa menyebutkan 39 desa dan 11 kecamatan yang bakal menjadi sasaran penyediaan akses internet gratis tersebut.

Atis juga mengaku belum bisa memastikan apakah pemasangan akses wifi gratis tersebut akan dipasang di fasilitas publik desa, balai desa, pusat keramaian atau lokasi lainnya.

“Kita belum bisa pastikan lokasi dan tempatnya. Karna semuanya harus kita survei dulu. Apakah akan dipasang di kantor desa, balai warga, tempat keramaian, masih kita matangkan,” ucapnya.

Meski begitu, Atis berencana akan menjadikan daerah perbatasan dan pelosok Kabupaten Bogor sebagai prioritas utama pemasangan akses wifi gratis tersebut.

“Belum ditetapkan lokasinya, tapi yang jelas akan ada 39 desa di 11 kecamatan. Kemungkinan di daerah perbatasan dan daerah minim internet yang akan menjadi prioritas kita,” ungkapnya.

Baca Juga  PNS Disdukcapil Meninggal di Kantor

Atis menargetkan, program ini mesti mulai berjalan pada pertengahan September ini. Disinggung soal anggaran, pihaknya belum bisa memastikan berapa besarnya lantaran setiap daerah pasti membutuhkan biaya berbeda-beda.

“Kita usahakan secepatnya, minimal September ini kita mulai jalan dan bergerak. Kalau anggaran kita lihat dulu, karna kondisi wilayah kita tidak sama. Ini juga akan menjadi bagian dari survei lapangan kota nantinya,” tutupnya. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *