Pemkab dan Pemkot Bogor Dapat Kucuran Dana Segar

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama 23 kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat memberikan restu ke­pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk meminjam uang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan menandatangani ko­mitmen bersama.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengatakan, peminjaman sejumlah uang yang dilakukan Pemprov Jawa Barat lantaran kondisi keuangan Pemprov Jawa Barat mengalami de­fisit. Terlebih ada ’janji’ dari Pemprov Jawa Barat yang setiap tahunnya memberikan bantuan provinsi (banprov) kepada daerah-daerah.­

”Jadi, nantinya uang tersebut bakal didistribusikan Pemprov Jawa Barat kepada sejumlah kota dan kabupaten,” terang Iwan usai menandatangani komitmen Pemulihan Eko­nomi Bersama antara Guber­nur Jawa Barat dengan kota dan kab se-Jabar secara elek­tronik di gedung VIP Tegar Beriman, kemarin.

Akibat refocusing dan defisit anggaran yang dialami Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bogor hanya mendapatkan dana bantuan provinsi sebesar Rp161 miliar. ”Biasanya kita dapat dana bantuan provinsi itu Rp250 miliar, tapi karena refocusing dan defisit kita hanya dapat Rp161 miliar,” ujarnya. Iwan menilai penandatanganan komitmen kerja sama ini dila­kukan karena kondisi pan­demi Covid-19, di mana kon­disi saat ini menguras angga­ran daerah. Sehingga pinjaman yang dilakukan Pemprov Jawa Barat berdampak baik pada pemerintahan di daerah.

Anggaran yang didapatkan dari provinsi tersebut renca­nanya digunakan sebagai langkah pemulihan ekonomi di wilayah Kabupaten Bogor. Bahkan, anggaran tersebut bakal digunakan untuk pembangunan RSUD Ciawi sebesar Rp3,8 miliar, RSUD Leuwiliang Rp2,5 miliar dan alat kesehatan RSUD Ciawi sebesar Rp2 miliar.

”Pokoknya anggaran itu akan kita gunakan untuk tiga aspek. Pertama, menciptakan la­pangan kerja, pengadaan ba­han baku lokal dan membe­rikan manfaat sosial ekonomi untuk masyarakat,” bebernya.

Berbeda dengan Kabupaten Bogor, Kota Bogor rupanya hanya mendapatkan kucuran dana Rp70 miliar. Bantuan yang diterima Pemkot Bogor ini rencananya digunakan untuk pembangunan Alun-Alun Dewi Sartika dan pembiayaan alat untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

”Alhamdulillah, Kota Bogor dapat bantuan keuangan dari provinsi untuk pembangu­nan RSUD sebesar Rp55 mi­liar tahun ini dan Alun-Alun Rp15 miliar pada 2021. Yang RSUD akan dipakai untuk be­lanja alat kesehatan, bukan pembangunan fisik,” terang Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bo­gor, Denny Mulyadi, Kamis (24/9). Dalam pemberian bantuan yang dilakukan se­cara virtual ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menga­takan, kebangkitan dan kola­borasi ini sangat penting se­bagai dukungan pemulihan ekonomi di Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengungkapkan, nantinya Alun-Alun Dewi Sartika ini akan terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor. Pada desain yang ditunjukkan Dedie, sebuah plaza dengan luas seperempat dari luas alun-alun akan berada di depan pintu Masjid Agung. ”Itu nan­ti akan terintegrasi dan men­jadi plaza yang bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan,” terangnya. Fasilitas yang ada di Alun-Alun Dewi Sartika itu tak hanya berupa taman. Nanti­nya alun-alun ini akan memi­liki jogging track, tempat ber­main anak, tourism information center, pos, plaza dan sebagian dipertahankan tanamannya. ”Pembangunan baru akan di­mulai pada 2021 berbarengan dengan pembangunan Masjid Agung,” pungkasnya.(dil/ogi/c/mam/py)

memberikan bantuan provinsi (banprov) kepada daerah-daerah.­

”Jadi, nantinya uang tersebut bakal didistribusikan Pemprov Jawa Barat kepada sejumlah kota dan kabupaten,” terang Iwan usai menandatangani komitmen Pemulihan Eko­nomi Bersama antara Guber­nur Jawa Barat dengan kota dan kab se-Jabar secara elek­tronik di gedung VIP Tegar Beriman, kemarin.

Akibat refocusing dan defisit anggaran yang dialami Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bogor hanya mendapatkan dana bantuan provinsi sebesar Rp161 miliar. ”Biasanya kita dapat dana bantuan provinsi itu Rp250 miliar, tapi karena refocusing dan defisit kita hanya dapat Rp161 miliar,” ujarnya. Iwan menilai penandatanganan komitmen kerja sama ini dila­kukan karena kondisi pan­demi Covid-19, di mana kon­disi saat ini menguras angga­ran daerah. Sehingga pinjaman yang dilakukan Pemprov Jawa Barat berdampak baik pada pemerintahan di daerah.

Anggaran yang didapatkan dari provinsi tersebut renca­nanya digunakan sebagai langkah pemulihan ekonomi di wilayah Kabupaten Bogor. Bahkan, anggaran tersebut bakal digunakan untuk pembangunan RSUD Ciawi sebesar Rp3,8 miliar, RSUD Leuwiliang Rp2,5 miliar dan alat kesehatan RSUD Ciawi sebesar Rp2 miliar.

”Pokoknya anggaran itu akan kita gunakan untuk tiga aspek. Pertama, menciptakan la­pangan kerja, pengadaan ba­han baku lokal dan membe­rikan manfaat sosial ekonomi untuk masyarakat,” bebernya.

Berbeda dengan Kabupaten Bogor, Kota Bogor rupanya hanya mendapatkan kucuran dana Rp70 miliar. Bantuan yang diterima Pemkot Bogor ini rencananya digunakan untuk pembangunan Alun-Alun Dewi Sartika dan pembiayaan alat untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

”Alhamdulillah, Kota Bogor dapat bantuan keuangan dari provinsi untuk pembangu­nan RSUD sebesar Rp55 mi­liar tahun ini dan Alun-Alun Rp15 miliar pada 2021. Yang RSUD akan dipakai untuk be­lanja alat kesehatan, bukan pembangunan fisik,” terang Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bo­gor, Denny Mulyadi, Kamis (24/9). Dalam pemberian bantuan yang dilakukan se­cara virtual ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menga­takan, kebangkitan dan kola­borasi ini sangat penting se­bagai dukungan pemulihan ekonomi di Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengungkapkan, nantinya Alun-Alun Dewi Sartika ini akan terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor. Pada desain yang ditunjukkan Dedie, sebuah plaza dengan luas seperempat dari luas alun-alun akan berada di depan pintu Masjid Agung. ”Itu nan­ti akan terintegrasi dan men­jadi plaza yang bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan,” terangnya. Fasilitas yang ada di Alun-Alun Dewi Sartika itu tak hanya berupa taman. Nanti­nya alun-alun ini akan memi­liki jogging track, tempat ber­main anak, tourism information center, pos, plaza dan sebagian dipertahankan tanamannya. ”Pembangunan baru akan di­mulai pada 2021 berbarengan dengan pembangunan Masjid Agung,” pungkasnya.(dil/ogi/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *