Pemulung Kena Razia Masker, Diminta Bayar Denda Tapi Dompetnya Kosong

by -

METROPOLITAN.id – Tak mampu membayar sanksi denda Rp100 ribu, seorang pemulung menjalani sanksi sosial saat terjaring razia masker gabungan di Simpang Ciawi, Kamis (10/9). Pemulung bernama Roni (40) mengaku tak membawa uang saat terjaring razia masker.

Saat dirazia, Roni kedapatan tak mengenakan masker. Sebenarnya ia membawa masker, namun saat razia ia tidak memakainya. Roni yang saat itu baru keluar memulung akhirnya terjaring.

Di hadapan petugas, ia menunjukkan dompetnya yang kosong.

“Kosong pak gak ada duit,” kata Roni di depan petugas Satpol PP Kota Bogor. Roni di diminta memilih untuk mendapat sanksi denda atau sosial.

Karena tak membawa uang sepeser pun, Roni memilih disanksi sosial menyapu jalanan. Dengan mengenakan rompi Pelanggar PSBB, ia menyapu jalanan dan taman.

Baca Juga  Hasil Pertandingan Piala Presiden : Persebaya Lolos Dan Persib Tersingkir

“Saya gak bawa uang. Sehari-hari saya memulung, paling dapat uang cuma Rp 20 ribu sehari,” kata pria asal Cianjur ini. Selama hampir dua bulan ini Roni tinggal di sebuah gubuk yang ada diĀ  dekat Simpang Ciawi.

Sebelumnya ia bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta. Karena pandemi Covid-19, Roni pun tak bekerja. Sudah lebih dari 3 bulan ia menanggur dan terpaksa menjadi pemulung.

Razia gabungan ini merupakan tindaklanjut dari kerjasama pengetatan protokol kesehatan bagi warga Kota dan Kabupaten Bogor. Pemkot dan Pemkab Bogor menggelar razia masker di wilayah perbatasan.

Dalam razia kali ini, sanksi denda yang dikenakan yakni langsung Rp100 ribu. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, sidak gabungan merupakan bagian kesepakatan antara Pemkot dan Kabupaten Bogor. Dimana salah satu butirnya adalah menguatkan pengawasan di titik-titik perbatasan.

Baca Juga  Sampaikan Amanat Presiden Jokowi, Mendag Sebut Pertumbuhan Ekonomi Global Memprihatinkan

“Jadi ini titik-titik yang banyak irisannya. Jadi hari ini kita jalan sesuai kesepakatan antara Kota dan Kabupaten dan kami berterima kasih didukung oleh Kasat Pol PP Jawa Barat, Pol PP Kemendagri ini artinya pemerintah hadir untuk terus menguatkan protokol kesehatan bersama Forkopimda Kapolres juga hadir disini,” ujarnya.

Bima juga menuturkan masih banyak warga yang belum menggunakan masker.

“Tapi secara keseluruhan warga masih bawa masker tapi ada yang tidak,” ucap Bima. (Cr3)

Leave a Reply

Your email address will not be published.