PKL Jalan Malabar Kota Bogor Siap-Siap Ditertibkan

by -

METROPOLITAN.id – Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Bagaimana tidak, PKL masih banyak berdiri secara liar bahkan berlokasi di tengah kota. Tak kurang dari tiga titik PKL tengah dikeker oleh tim Penataan PKL bentukan Pemkot Bogor, yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Diantaranya PKL di sepanjang Jalan Malabar dan Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, serta PKL di sekitar Jalan Batutulis. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, bahwa dari rapat kaitan penataan PKL oleh tim tersebut, tiga kawasan tersebut menjadi target utama saat ini. Upaya ini pun diklaim sebagai bentuk keseriusan Pemkot Bogor dalam membenahi persoalan PKL, yang selalu jadi momok dalam menata kawasan kota.

“Tim Penataan PKL ini kan sebetulnya sudah dibentuk sejak lama. Hanya beberapa waktu lalu kita rapat untuk penataan tiga kawasan yang menjadi target utama kita untuk saat ini,” katanya kepada Metropolitan.id.

Ia menjelaskan, tiga lokasi yang akan dikeker oleh tim yakni PKL Jalan Malabar (dibelakang RS PMI), Jalan Merdeka dan Jalan Batutulis. Dalam rencana ini, kata dia, selain untuk menata kawasan, Pemkot juga berusaha meningkatkan marwah para pedagang. Sebelumnya berjualan di pinggir jalan, nanti direlokasi ke dalam pasar rakyat, dengan bantuan dalam upaya memiliki toko atau los.

“Sejauh ini kita sudah berhasil merelokasi 90 titik PKL. Nah tiga target ini menjadi target terakhir kami untuk 2020. Sebab kami ingin serius menata kawasan, sekaligus menaikkan marwah para PKL ini,” jelas Dedie.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syah, menerangkan sampai saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada para PKL, yang rencananya akan direlokasi bulan depan. Cara-cara preventif menjadi pilihan Satpol PP, agar saat hari H relokasi, para pedagang mau membersihkan lapaknya sendiri dan menghindari adanya gesekan antara aparat dan pedagang.

“Ya kita berusaha menghindari adanya gesekan ya, karena tiga lokasi ini, Malabar, Batu tulis dan Merdeka kan cukup banyak PKL nya, jadi kita imbau sosialisasi dari sekarang,” tandas pria yang akrab disapa Demak itu.

Untuk kesiapan, sambung dia, pihaknya sudah menyiapkan personil sekitar 310 orang. Nantinya dalam pelaksanaan, tim akan dibagi menjadi tiga untuk menangani setiap titik PKL. Setiap personil Satpol PP selain melaksanakan tugas utama penegakan protokol kesehatan selama pandemi, juga akan diturunkan full tim dalam proses penataan.

Ditemui terpisah, Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir, menjelaskan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM terkait pendataan PKL yang rencananya akan direlokasi. Berdasarkan perhitungan sementara, untuk PKL yang ada di Jalan Merdeka, pihak Perumda PPJ, sudah menyediakan sebanyak 340 lapak.

“Jadi kita masih fokus yang di Merdeka dulu, nantinya mereka (PKL Merdeka) akan ditaruh di sekitaran Mawar (Pasar Merdeka). Kita sudah siapkan 340 lapak,” jelas Muzakkir.

Muzakkir mengaku sampai saat ini pihaknya memang belum mampu menampung semua PKL yang ada di Kota Bogor. Namun diawal 2021 nanti, pembangunan beberapa pasar yang saat ini masih berproses, seperti Blok F Pasar Kebonkembang dan Pasar Cunpok, diperkirakan sudah selesai. Sehingga sisa PKL yang belum terelokasi bisa dimasukkan ke semua pasar rakyat.

“Jadi harapannya tiga tahun depan kita sudah bersih dari PKL dan dimasukkan kedalam pasar semua,” pungkasnya. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *