Polisi Petakan Tiga Potensi Kerawanan Pilkada Cianjur

by -

METROPOLITAN – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, memetakan sejumlah potensi kerawanan yang bisa memicu konflik dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur 2020.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai mengatakan, setidaknya ada tiga potensi kerawanan, yakni ancaman teror, gesekan antar pendukung pasangan calon dan kecurangan dalam pelaksanaan pilkada.

“Sejumlah antisipasi telah kami siap siagakan untuk menekan potensi-potensi tersebut,” kata Rifai kepada wartawan, Selasa (8/9/2020).

Selain potensi-potensi tersebut, menurutnya, pelaksanaan pesta demokrasi di tengah masa pandemi Covid-19 juga menjadi kerawanan tersendiri.

“Penerapan protokol kesehatan tentu harus menjadi prioritas. Jangan sampai pilkada serentak ini menjadi klaster baru di Cianjur,” ujar dia.

Jajarannya pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan pelaksanaan pilkada yang aman dan kondusif, serta terlibat langsung dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Polres Cianjur juga telah menyiapkan ratusan personel yang telah dilatih untuk melakukan tugas pengamanan di pilkada nanti,” kata Rifai.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur bupati periode 2020-2024 yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 sedianya akan diikuti 4 pasangan calon, yakni Lepi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja (PKS, PKS), M. Toha-Ade Sobari (perseorangan), Oting Zaenal Mutaqien-Wawan Setiawan (Gerindra, Demokrat), dan paslon petahana, Herman Suherman-TB Mulyana Syahrudin (PDI-P, Golkar, PPP, PAN, Nasdem). (Kompas/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *