Proyek Sekolah Satu Atap di Bogor Baru 15 Persen

by -

METROPOLITAN.id – Sejak selesai tender pada awal bulan ini, proyek Pembangunan Unit Sekolah Baru Satu Atap SD dan SMP di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, sudah mulai berjalan. Proses pembangunan tahap satu yang menelan anggaran Rp5,2 miliar itu kini sudah berjalan 15 persen.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Aryamehr Khomsa Tirtamaya mengatakan, pembangunan sekolah satu atap ini memang tidak akan selesai total sesuai Detail Engineering Design (DED) pada tahun anggaran 2020. Sebab, pada tahun ini hanya akan menyelesaikan tahap pertama, yakni pembangunan fondasi dan pemagaran saja.

“Secara umum sudah berjalan 15 persen lah. Tahapannya sudah mulai perataan. Kan pembangunan di tahun ini hanya tahap I saja, meliputi pengecoran fondasi dan pemagaran,” katanya kepada Metropolitan.id, Selasa (22/9).

Baca Juga  Ketemu Dedie Rachim, Atty Somaddikarya Usul BTT buat Klinik 24 Jam bagi MBR

Setelah itu, sambung dia, pembangunan akan dilanjutkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 nanti. Sedangkan pekerjaan tahap pertama ini, akan menelan waktu pekerjaan 120 hari dan ditargetkan rampung pertengahan Desember.

Proyek sekolah satu atap ang dikerjakan oleh perusahaan asal Garut, yakni PT Artikon Dimensi Indonesia itu, sejatinya akan menjadi sekolah baru SMP Negeri 21.

“Waktu kerja ya sampai akhir tahun. Targetnya ini selesai awal atau pertengahan Desember. Lalu pada anggaran 2021, akan kita tender lagi untuk pembangunan fisiknya,” ujarnya.

Proyek pembangunan sekolah satu atap di Kelurahan Kencana ini juga menjadi salah satu proyek yang tidak kena dampak pergeseran anggaran Covid-19 dan tetap dilelangkan. Sebab, menjadi salah satu prioritas di dunia pendidikan dan mendapat pengecualian.

Baca Juga  Doa Untuk Palestina Menggema di Kota Bogor

Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengaku pemkot mengupayakan pembangunan di tahun ini karena pernah gagal lelang pada tahun lalu. Lalu, kegiatan ini masuk dalam bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia pun meminta Disdik untuk mengawal proyek ini agar terealisasi.

“Saat pandemi Covid-19, anggaran untuk kesehatan dan pendidikan tidak direfocusing. Jadi harus jalan,” ucapnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.