Rela Patungan demi Bantu Tetangga yang Positif Covid-19

by -

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, bahu-membahu membantu pasien positif Covid-19 di lingkungannya. Mereka urunan untuk memenuhi kebutuhan hidup tetangganya yang positif Covid-19 selama masa isolasi mandiri.

TOKOH masyarakat Kam­pung Sawah, Desa Bojong­gede, Muhammad Ifna, meng­gerakkan warga untuk mem­bantu tetangganya yang ter­papar Covid-19. Ia mengaku awalnya mendapat kabar ada seorang warga di kampungnya yang positif Covid-19.

Ia yang merupakan ang­gota Satgas Covid-19 di desanya kemudian mencari tahu siapa warganya yang tertular Covid-19. ”Akhirnya saya cari tahu ke pihak pus­kemas dan desa. Akhirnya saya diberi tahu kalau ternyata pasiennya masih dekat rumah. Tanggal 7 September saya mulai chat dengan pihak kelu­arga dan saya tanya baik-baik, kemudian baru beliau men­gungkapkan bahwa suaminya yang terpapar,” katanya ke­pada Metropolitan.

Awalnya keluarga pasien sempat takut akan dijauhi warga lainnya. Namun Ifna telah memberi pengertian kepada keluarga korban dan juga warga sekitar bahwa pa­sien Covid-19 tak perlu dijauhi.

”Akhirnya saya kasih peng­ertian ke warga kalau pasien Covid-19 tak perlu dijauhi. Yang harus dijauhi itu virus­nya, bukan orangnya. Maka saat itu saya dengan warga lainnya ke depan rumah pa­sien sambil tetap jaga jarak dan pakai masker untuk mem­beri dukungan. Mereka keluar rumah dan menangis. Warga lainnya juga menangis terharu,” ucap Ifna.

Selain memberi dukungan, mereka juga patungan mem­beri bantuan sembako yang cukup untuk mereka bertahan selama isolasi mandiri. Selain sembako, vitamin dan tabung gas hingga pulsa juga diberi­kan untuk pasien dan kelu­arga. ”Jadi kami simpan di depan rumahnya, terus kami kabari bahwa sembako atau gasnya sudah sampai. Kita juga bersama Komunitas Adem Bojonggede melakukan penyemprotan di sekitar rumah pasien,” tutur pembina Ma­jelis Syababul Rahman itu.

Selama ini, ia rutin berkomu­nikasi dengan keluarga pasien untuk mengetahui per­kembangan kondisi keseha­tannya. Sejauh ini, tidak ada gejala yang timbul dari pasien maupun keluarganya.

”Sejauh ini baik-baik saja, tidak ada gejala. Kemarin dari pihak desa lakukan swab untuk semua anggota kelu­arganya, dan hasilnya akan keluar sekitar dua hari ke de­pan,” ungkapnya.

Ia berharap agar warga bisa saling bantu bila ada tetan­gga yang kesulitan, apalagi di masa pandemi ini. Ia juga berharap warga selalu me­naati protokol kesehatan un­tuk mencegah penularan Covid-19. (cr3/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *