Rencana Pemkot Bogor Pindah Kantor Makin Serius, Masuk Dalam KUA-PPAS 2021

by -

METROPOLITAN.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk pindah kantor ke kawasan Katulampa, Bogor Timur, makin menguat. Teranyar, wacana tersebut rupanya sudah dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat membenarkan hal tersebut. Menurutnya rencana pemindahan perkantoran hingga Balai Kota Bogor itu sudah dituangkan kedalam KUA-PPAS 2021.

“Untuk kajian pemindahan (perkantoran) dimasukkan kedalam KUA-PPAS,” kata Ade Sarip kepada Metropolitan, Selasa (8/9).

Ia menambahkan, dimasukkannya rencana itu dalam KUA-PPAS 2021, merupakan wujud keseriusan Pemkot Bogor dalam pemindahan pusat pemerintahan.
Meski begitu, ia belum bisa mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk rencana itu.

Baca Juga  Stones tak Sabar Hadapi Ibrahimovic pada Derby Manchester

“Belum sampai pembicaraan berapa anggarannya, tapi sudah dimasukkan itu (ke KUA-PPAS),” ungkap Ade Sarip.

Wacana makin serius setelah digelarnya rapat lanjutan pembahasan pemindahan pusat pemerintahan yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim bersama jajaran SKPD Kota Bogor dan perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (8/9).

Pembahasan juga dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, untuk memberikan pandangan terkait rencana pembangunan yang menggunakan alokasi APBD Kota Bogor.

Sebab, rencananya Pemkot Bogor akan membangun pusat pemerintahan baru diatas lahan milik DJKN seluas enam hektare. Dalam proses pembangunannya, rencananya akan memakan biaya sebesar Rp1,5 triliun.

“Tadi kita undang semua pihak. Ada dari Kemenku, dan mereka mebawa PT SNI yang notabenenya plat merah yang memberikan pandangan apabila ingin melakukan pembangunan di luar APBD. Jadi kita matangkan ini semua,” jelas Dedie.

Baca Juga  Mulai Sabtu, Kota Bogor Resmi Terapkan PPKM Mikro Darurat, Ini Poin-Poin Aturannya

Terkait dengan wacana dijadikannya kawasan Bogor Raya menjadi kawasan mandiri, Dedie menilai hal itu bisa saja dilakukan. Meski hanya memiliki luas wilayah 60 hektare, namun jika semua fasilitas memadai, maka bisa saja kawasan Bogor Raya menjadi kawasan mandiri seperti Sentul City.

“Kalau ini kan total 60 hektare, jadi klo kita bicara size, beda dan bukan jadi seperti Sentul City. Tapi dalam konteks desain, bisa saja para arsitek merancang sedemikian rupa, jadi kawasan mandiri. Kalau fasilitasnya memadai,” pungkasnya. (dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *