Revitalisasi Jembatan MA Salmun Butuh Rp60 M

by -

METROPOLITAN.id – Sejak Agustus lalu, ruas jalan di jembatan MA Salmun, Kota Bogor, ditutup sebagian lantaran struktur tiang penyangga jembatan yang kian rapuh dan makin mengkhawatirkan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor disebut sudah mengajukan permohonan anggaran pembangunan revitalisasi jembatan MA Salmun ke pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Kepala Bidang Kabid Tata Ruang, Tata Bangunan dan Pengawasan Pengendalian Bangunan dan Perencanaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Sultodi Mahbub mengatakan, memang perlu kajian matang dalam merealisasikan revitalisasi jembatan yang ada di tengah kota itu, sebelum menentukan bentuk perbaikan yang akan dilakukan.

Namun, karena kondisi yang kian mengkhawatirkan dan butuh penanganan segera, pihaknya pun memprioritaskan pengajuan anggaran pembangunan kepada pemerintah pusat serta Pemprov Jabar. Dari kajian sementara yang sudah dilakukan, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi jembatan MA Salmun sekitar Rp50-60 miliar.

“Itu perkiraan sementara dari kajian evaluasi lapangan kemarin-kemarin. Idealnya sebelum ada pengajuan anggaran fisik, kita buat kajiannya dulu. Tapi karena mendesak, yang penting kita kirim pengajuan dulu ke pusat dan Jabar,” katanya saat ditemui Metropolitan.id dikantornya, Kamis (24/9).

“Nanti kan mereka yang menentukan bisa atau nggak, atau berapa-berapaya. Tapi dari kajian evaluasi kemarin, sementara, estimasi butuh anggarannya Rp50-60 miliar, imbuhnya.

Sembari menunggu kepastian dari pemerintah pusat atau Pemprov Jabar, pihaknya juga mengajukan anggaran perbaikan untuk jembatan MA Salmun pada pos anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) tahun ini. Meskipun, kata dia, jumlahnya pun tidak terlalu banyak dan ‘hanya’ berkisar di angka Rp950 juta.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk perbaikan sementara karena kebutuhan untuk Jembatan MA Salmun disebut sudah mendesak.

“Upaya dari kita juga ada, alokasi di BTT hampir Rp950 juta. Itu estimasi dari kajian sementara juga, agar bisa ada tindakan sembari kepastian anggaran dari pusat atau provinsi. Melihat kondisi keuangan sekarang, tentu berat kalau di sisa tahun anggaran ini, mungkin tahun depan,” tukasnya.

Sambil menunggu adanya jawaban dari Provinsi, Tony menerangkan PUPR Kota Bogor akan menggunakan dana biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp950 juta.

“Kita juga sudah menyiapkan perbaikan sementara, anggaran kita menggunakan BTT hampir 950 juta. Kita menggunakan anggaran ini berhitung melalui bentangan jembatan 60 meter lebar 10 meter,” jelas Tony.

Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, pernah meminta agar Pemkot Bogor sesegera mungkin mengajukan permohonan perbaikan jembatan MA Salmun ke Pemprov Jawa Barat, karena KUPA-PPASP Jabar belum disahkan.

“Harus segera di lakukan langkah untuk memperkuat kondisi jembatan tersebut. Bagaimana, ya Pemkot Bogor harus segera mengajukan permohonan anggaran pembangunan revitalisasi jembatan ini ke provinsi. Sebab KUA-PPAS Perubahan APBD 2020 dan Murni 2021 belum disahkan dan masih dalam pembahasan,” ungkap Iwan.

Anggota dari fraksi PKS di DPRD Provinsi Jawa Barat ini, juga menilai kondisi cuaca yang semakin lama semakin tidak bisa diprediksi. Seharusnya menjadi perhatian Pemkot Bogor. Jangan sampai, saat musim hujan datang, jembatan yang menjadi sumber perekonomian itu ambruk karena diterjang banjir.

“Sesuai tupoksi nya jangan sampai lengah karena cuaca sukar diprediksi. Langkah antisipasi yang cepat dan baik dari pemkot ini harus diapresiasi dan dibarengi dengan kecepatan langkah perbaikan. Jangan tunggu ambruk,” pungkasnya. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *