RSUD Kota Bogor Bakal Punya Tiga Wakil Direktur

by -

METROPOLITAN.id – Sejak pertengahan tahun ini, Pemerintah Kota Bogor mengajukan Peraturan Daerah inisiatif perubahan nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor.

Setelah melalui evaluasi gubernur Jawa Barat, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan berubah nomenklatur, salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor yang kedepan bakal memiliki tiga jabatan wakil direktur. Diketahui saat ini jabatan wakil direktur di RSUD Kota Bogor hanya ada dua kursi.

Kepala Bagian Organisasi pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Amik Herwidiastuti membenarkan hal tersebut. Ia mengakui, saat ini tahapan Rancangan Perda (Raperda) itu tengah melakukan pembahasan dengan DPRD Kota Bogor.

“Iya betul, ini baru pembahasan dengan DPRD Kota Bogor. Yang berubah itu, RSUD semula dengan 2 Wakil Direktur sekarang menjadi 3 wakil direktur, sesuai penyesuaian dengan keluarnya PP 72 th 2019. Lalu Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Anak (DPMPPA) turun tipe, semula tipe A menjadi tipe B, sesuai hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat. Jadi bidangnya berkurang satu.

Baca Juga  Dianggarkan Tiap Tahun, KIS-PBI Warga Kota Bogor Kok Ada yang Berstatus Nggak Aktif?

Kalau untuk Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) hanya berubah nama nomenklatur Perangkat Daerah menjadi Dinas Tenaga Kerja dan tidak berubah jumlah strukturalnya. Kemudian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) juga sama, hanya merubah nomenklatur perangkat daerah dan tidak merubah jumlah strukturalnya,” katanya kepada Metropolitan.id, Rabu (23/9).

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) 3 tentang OPD pada DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri menuturkan, terkait proses pembahasan terkait kelembagaan RSUD yang diusulkan menjadi tiga wakil direktur, pansus pun meminta kepada Pemkot Bogor untuk segera dibuatkan kajian atau analisa yang jelas serta terukur, yang meliputi beberapa aspek. Seperti analisa aspek pelayanan rumah sakti dan rencana pengembangan pelayanan, lalu analisa atas Cash Flow rumah sakit dan analisasi beban kerja. Termasuk tugas pokok dan fungsi-nya nanti.

Baca Juga  Sebanyak 600 Dari Total 1.950 Mahasiswa Papua Sudah 'Pulang'

“Sehingga dari hasil analisa-analisas tersebut dapat membuat kesimpulan, tingkat urgensi, perlu atau tidaknya penambahan struktur di RSUD Kota Bogor. Setelah Pemkot menjelaskan secara detail apa yang kita minta, dengan berbagai analisa dan kajian dimana saat ini RSUD sudah jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), jadi tidak terlalu membebani APBD Kota Bogor,” ujar ASB, sapaan karibnya.

Anggota DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri

RSUD mampu mencari sumber pendapatan lain yang sah dalam meningkatkan mutu pelayanan. Disamping itu, pertimbangan RSUD saat ini sudah mengoperasionalkan gedung rawat inap yang baru, otomatis juga harus ada penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengelolaanya. Apalagi, RSUD Kota Bogor juga tahun depan bakal mendapat Banprov untuk pengadaan alat kesehatan, sehingga harus juga ditunjang SDM memadai.

“Kita sepakat dan punya satu tujuan yang sama menjadikan RSUD sebagai rujukan regional, semua lengkap pelayanannya, ditambah dengan SDM yang handal, dengan pengembangan inovasi bisnis kemajuan pelayanan. Dan kita menjadi inovator pertama, selain ada PP  72 dimaksud. Kenapa kita tidak ambil kesempatan itu? Untuk menambah jadi tiga wakil direktur,” papar ASB.

Baca Juga  Jelang Pelantikan, DPC Syarikat Islam Bogor Gaet Dukungan Pemkot

Ia berharap, penambahan satu wakil direktur akan membantu jenjang karir di RSUD, terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) yang terkesan lamba. Sehingga tidak kalah saing dengan 20 RS swasta di Kota Bogor. Pansus berharap kedepan pemkot punya RSUD lebih dari satu dan berlokasi di kecamatan lain sehingga tidak terpusat hanya di Kecamatan Bogor Barat

“Dengan, bertambahnya wakil direktur, mutu pelayanan RSUD harus ditingkatkan. Dengan adanya Covid-19 dan penambahan ruangan tentunya. Setelah ini, tahapan melalui Bamus untuk diparipurnakan. Sehingga sah RSUD Kota Bogor punya tiga wakil direktur,” tuntas Bendahara Umum Fraksi PPP itu. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.