Segel Satpol PP Dirusak Kafe Pelanggar PSBMK, Pemkot Bogor Lapor Polisi  

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Bagian Hukum dan HAM Setda Kota resmi membuat laporan polisi terkait pengrusakan segel Satpol PP, pada salah satu kafe yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK), akhir pekan lalu.

Pemkot melaporkan Pangrango Cafe, lantaran diduga merusak segel Satpol PP, yang dipasang per 12 September lalu dan hilang pada 14 September lalu.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor Alma Wiranta, mengatakan pihaknya membuat laporan polisi dengan nomor LP/511/B/IX/2020, untuk mengadukan dugaan tindakan pidana yang sudah dilakukan pihak Pangrango Cafe, Jumat (25/9).

Menurutnya, Satpol PP sudah melaksanakan tugas yang dilindungi aturan, salah satunya aturan PSBMK di Kota Bogor yang tertuang dalam Perwali Nomor 110 tahun 2020.

“yang dilakukan Satpol PP menyegel Pangrango Cafe nggak salah karena sudah sesuai aturan yang berlaku, mengambil tindakan saat PSBMK. Itu kan langkah antisipatif bukan reaktif, terutama dalam menekan kasus Covid-19,” katanya, Minggu  (27/9).

Untuk itu, sambung dia, langkah pemkot adalah melaporkan terlebih dahulu kasus perusakan segel. Nantinya polisi akan meneliti lebih lanjut peristiwa pidananya.

Tentunya, sebelum melakukan pelaporan, pihaknya memiliki sejumlah bukti kuat yang sudah diberikan kepada polisi juga.

“Ancaman hukumannya ada di pasal di KUHP. Pihak kepolisian yang berwenang beri keterangan itu,” ujar Alma.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach enggan berkomentar lebih lanjut lantaran sudah ditindak lanjut oleh Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor melalui laporan polisi.

Pihaknya siap kooperatif jika polisi membutuhkan data atau keterangan terkait kasus pengrusakan segel ini.

“Kita siap kooperatif dan bisa dipanggil kapan saja, untuk memberikan keterangan kepada kepolisian,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pangrango Cafe belum memberikan tanggapan terkait hal ini.

Sebelumnya, Satpol PP memasang segel di Pangrango Cafe pada Sabtu (12/9) lalu karena kedapatan melanggar aturan PSBMK dan masih beroperasi hingga pukul 23:00 WIB. Selain itu, saat Satpol PP datang ke lokasi, tengah berlangsung pertunjukan live musik dan beberapa wanita pemandu lagu.

“Pelanggarannya melanggar am operasional PSBMK. Adanya live musik dan ada wanita PL. Penyegelan itu sudah sesuai aturan. Seharusnya mengikuti aturan, bukan malah merusak segel. Mungkin tidak terima disegel, makanya dirusak,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *