Sempat Non Reaktif, Anggota DPRD Kota Bogor Ini Malah Positif Covid-19

by -

METROPOLITAN.id – Kabar adanya seorang anggota DPRD Kota Bogor yang terpapar positif Covid-19 akhirnya terungkap. Anggota DPRD dari fraksi Demokrat, Anita Primasari Mongan, mengumumkan bahwa dia lah yang terkonfirmasi positif setelah mendapat hasil tes swab, Senin (28/9).

Menurutnya, ia perlu menceritakan dan terbuka demi pembelajaran kepada publik. Anita mengatakan, awalnya ia merasa ada gejala demam tinggi pada Sabtu (26/9). Setelah mengonsumsi vitamin, obat hingga jamu-jamuan, demam pun berangsur turun.

“Nah Minggu (29/9) itu saya rapid test untuk memastikan setelah kondisi itu, hasilnya non reaktif,” katanya saat dihubungi Metropolitan.id, Selasa (28/9) sore.

Meskipun dinyatakan non reaktif dari hasil tes rapid, ia melanjutkan penelusuran dengan melakukan tes swab mandiri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor keesokan harinya atau pada Senin (29/9) pagi. Ternyata, saat hasil tes swab keluar pada Minggu sore, Anita dinyatakan positif Covid-19.

“Rapid-nya Minggu, swab test-nya Senin, nah sorenya keluar hasil itu. Dari pengalaman ini saya kira hasil rapid test, walaupun hasilnya non reaktif, bukan jaminan aman nggak terpapar virus ini,” tukas anggota komisi II DPRD Kota Bogor itu.

Saat ini, ia disarankan untuk isolasi mandiri di rumah selama kurang lebih dua pekan karena secara fisik dianggap bisa merawat sendiri dan gejala sudah berangsur berkurang. Agenda sebagai wakil rakyat pun mesti ditunda lantaran disarankan untuk istirahat total.

“Disarankan isolasi mandiri, karena dianggap bisa merawat sendiri. Saya isolasi mandiri di rumah. Untuk agenda kedepan lanjut via virtual atau nggak, ya saya disarankan untuk full istirahat, jadi diizinkan untuk tidak ikut kegiatan dulu,” tegas Anita.

Politisi Partai Demokrat itu juga mengingatkan agar lebih waspada dan menaati protokol kesehatan pada masa pandemi. Dimana penyebaran virus makin menyebar disaat masyarakat sudah mulai lengah dan merasa aman.

“Virus makin kencang, kita nya yang kelihatan makin kendor. Terus hasil rapid non reaktif itu, bukan jaminan aman nggak terpapar virus ini. Jadi jangan lengah,” ungkapnya.

Sebelumnya, setelah terungkapnya seorang anggota DPRD Kota Bogor yang terpapar positif Covid-19, penelusuran pun dilakukan dan tercatat ada 31 orang yang kontak erat dan mesti menjalani tes swab.

Dari jumlah itu, terdiri dari orang-orang yang beraktifitas di gedung DPRD Kota Bogor dan kontak erat diluar DPRD Kota Bogor.

“Tes swab kepada mereka yang punya riwayat kontak erat, dari anggota DPRD maupun staf Sekretariat DPRD (Setwan), dengan yang bersangkutan. Total yang menjalani tes swab berjumlah 31 orang,” kata Atang kepada para pewarta di Balai Kota Bogor, Selasa (29/9).

Ia menambahkan, dari penelusuran awal ada 21 nama, baik anggota DPRD maupun staf sekretariat dewan, dan hari ini bertambah yang mengikuti tes swab menjadi 31 orang. Penambahan dari interaksi diluar kantor DPRD. Dari jumlah itu, tak kurang ada 16 orang anggota DPRD yang kontak erat, plus lima orang staf setwan.

Ia menambahkan, pihaknya juga membebastugaskan untuk sementara kepada orang-orang yang memiliki kontak erat langsung dengan anggota DPRD terkonfirmasi positif Covid-19. Serta melakukan tugas secara virtual

“Dan 16 anggota DPRD yang kontak erat, plus lima staf setwan sudah diminta untuk tidak hadir di kantor DPRD dan melakukan tugasnya secara virtual,” tandasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *