STS Bentuk Peradi Pergerakan, 1.500 Pengacara Siap Gabung

by -

METROPOLITAN – Penga­cara senior Sugeng Teguh Santoso bersama ratusan pengacara atau penasihat hukum, mendeklarasikan organisasi Advokat Persau­daraan Penasihat Hukum Indonesia atau Peradi Per­gerakan, belum lama ini. Di kegiatan tersebut, Sugeng menegaskan Peradi Perge­rakan lahir dari pergulatan pemikiran kritis para peng­acara (advokat) lintas wi­layah Indonesia melihat dinamika kebutuhan pen­dampingan hukum bagi para pencari keadilan. Se­muanya untuk mendorong kepastian terwujudnya prinsip-prinsip negara hu­kum. Sehingga profesi ad­vokat sebagai profesi terhor­mat dan mulia (officium nobile) nyata adanya.

Selanjutnya, pria yang akrab disapa STS itu juga mengung­kapkan poin penting lain dari adanya deklarasi dan berdirinya Peradi Pergerakan adalah memberi dorongan positif, tidak hanya kepada internal (calon advokat dan advokat, red) tetapi juga me­mastikan serta memperkuat sumber daya bagi upaya ban­tuan hukum pro bono seba­gaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Para ang­gota Peradi Pergerakan wajib memerhatikan sisi sosial selain dari sisi komersil pro­fesi. Hal tersebut dapat ter­wujud jika fungsi pengawasan yang dimiliki organisasi ad­vokat berjalan serius.

Upaya melahirkan serta menempa para advokat agar lebih peka terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan dapat diakomodasi secara organi­sasi. Sebagai sebuah inisia­tif baik, lanjutnya, Undang-Undang Advokat memberi­kan ruang bagi lahirnya organisasi baru. Ia mengklaim saat ini sudah ada sekitar 1.500 advokat yang siap ber­gabung dalam wadah orga­nisaai tersebut. ”Intinya Peradi Pergerakan adalah wadah bagi perjuangan para advokat untuk menjaga martabat profesi dan mem­bantu masyarakat dalam mendapatkan keadilan,” kata STS di Joglo Keadilan, Jalan Parakan Salak, Nomor 1, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. (khr/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *