Viral Oknum Satpol PP Halangi Ambulans, Ini Jawaban Kasatpol PP

by -

METROPOLITAN.id –  Viral video seorang oknum berseragam Satpol PP diduga menghalangi mobil ambulans di Simpang Warung Borong, Ciampea, Kabupaten Bogor, Senin (28/9). Menanggapi hal itu, Satpol PP Kabupaten Bogor membantah kalau oknum tersebut berasal dari kesatuannya.

Diketahui, dalam video beredar seorang oknum berseragam Pol PP yang mengendarai mobil Suzuki Ertiga diduga menghalangi laju ambulans milik komunitas relawan Indonesian Escorting Ambulans (IEA) Bogor Raya. Akibatnya, bagian depan kiri mobil ambulans mengalami lecet.

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengatakan kalau oknum tersebut bukan dari kesatuannya.

“Itu bukan Satpol PP. Gak ada kaitan dengan Pol PP. Itu pegawai Kecamatan Gunungaindur, dari pelayanan,” ucapnya saat dihubungi.

Meski oknum tersebut mengenakan seragam Satpol PP Kabupaten Bogor, pria yang karib disapa Agus Ridho ini tetap mengelak.

“Bukan, jatohnya itu pegawai Kecamatan Gunungsindur,” katanya.

Meski begitu, ia menyayangkan sikap oknum tersebut yang diduga menghalangi laju ambulans yang sedang membawa pasien.

“Saya juga menyayangkan, sebetulnya gak boleh terjadi. Yang namanya ambulans membawa pasien yang lagi terburu-buru harus diprioritaskan,” ungkap Agus.

Sebelumnya diberitakan, ambulans dari relawan Indonesian Escorting Ambulans (IEA) Bogor Raya sedang mengangkut pasien patah tulang dari Desa Cikaracak, leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (28/9). Saat di pertigaan Warung Borog, Ciampea diduga oknum Satpol PP menghalangi laju ambulans.

Karena diduga menghalangi, akhirnya bagian depan mobil ambulans mengalami lecet.

“Yang bersangkutan tidak memberi jalan kepada ambulance, padahal sudah dikasih tau secara baik baik. Yang bersangkutan egonya yang tinggi tetap melajukan kendaraannya tanpa mengurangi kecepatan, padahal kendaraan yg lain sudah menepi,” tulis akun Instagram IEA Bogor Raya melalui direct message (DM) Instagram. (Cr3/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *