Waw, Kelurahan di Kota Bogor Dijatah Bantuan Rp12 M

by -

METROPOLITAN.id – Kelurahan-kelurahan di Kota Bogor bakal mendapat kucuran dana bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), ada 12 kelurahan yang kebagian jatah bantuan masing-masing Rp1 miliar.

Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Muhamad Hutri mengatakan, ada 12 kelurahan yang mendapat bantuan tersebut, yakni Kelurahan Margajaya, Gunungbatu, Sempur, Balumbangjaya, Loji, Bubulak, Semplak, Katulampa, Ciparigi, Bantarjati, Kedungjaya dan Kebonkalapa.

Program ini merupakan program penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Baca Juga  Janjian Open BO Rp1 Juta tapi Cuma Mampu Bayar Rp200 Ribu, Sopir Angkot di Bogor Nekat Habisi Nyawa Wanita di Rumah Kos

“Jadi ada 12 Kelurahan yang mendapatkan program ini, yang bertujuan untuk pengembangan wilayah di kelurahan,” kata Hutri saat ditemui di kantor Disperumkim Kota Bogor, Senin (21/9).

Dari program ini, setiap kelurahan mendapatkan bantuan berupa Rp1 miliar, yang akan digunakan untuk pembangunan 8 indikator yang ada. Diantaranya bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, pengamanan kebakaran dan Ruang Terbuka Publik.

“Penjabaran atas tujuan Program Kotaku memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur permukiman sesuai dengan 7 + 1 indikator kumuh, penguatan kapasitas pemerintah daerah untuk mengembangkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder), dan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood),” jelas Hutri.

Baca Juga  Rehab Lapangan Sempur, Pemkot Sediakan Food Court

Selain itu, program Kotaku ini juga membantu masyarakat kelas bawah. Sebab, dalam proses pengerjaannya, program Kotaku menggunakan sistem padat karya. Dimana masyarakat yang terdampak Covid-19 akan diminta terlibat dalam pembangunan.

Terpisah, Lurah Sempur, Dicky Pratama menyambut baik program Kotaku ini. Sebab, selain bisa mempercepat pembangunan dan pembenahan wilayah, program ini juga dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Untuk penggunaannya sendiri, nanti kita akan komunikasikan dulu dengan elemen masyarakat. Yang penting kan tidak lepas dari 8 indikator yang ada dan mungkin ini bisa menampung aspirasi yang tidak bisa dimasukkan kedalam Musrenbang,” jelasnya.

Ia menambahkan, memang lokasi Kelurahan Sempur yang berada di bantaran sungai Ciliwung sangat rentan terjadinya pengikisan turap. Sehingga kebutuhan untuk pembenahan wilayah sangat dibutuhkan dari berbagai sumber.

Baca Juga  Data BPJS Kesehatan Bocor, Ini Kata Pakar Keamanan Siber

“Untuk penataan kawasan ruang terbuka publik juga bisa kita manfaatkan disini. Misalnya penataan taman dan ruang terbuka hijau, yant penting untuk masyarakat,” pungkasnya. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.