35,7 Juta Kuota Gratis Disalurkan Kemendikbud

by -

METROPOLITAN – Kuota internet gratis untuk gelombang September telah disalurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke 28,5 juta nomor telepon selular (ponsel) dari siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Untuk periode Oktober, Ke­mendikbud memperbanyak penyalurannya sebanyak 7,2 juta paket kuota internet. Jadi, total penerima bantuan kuota gratis Oktober sebesar 35,7 juta.

Adapun kuota gratis Kemen­dikbud dibagi dua bagian, yaitu kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum adalah data yang bisa digunakan un­tuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan kuo­ta belajar ditujukan hanya untuk mengakses laman atau aplikasi pembelajaran yang terpilih.

’’Bantuan yang dikirimkan hari ini dan esok hari merupa­kan bantuan kuota data tahap 1 di bulan Oktober. Sedangkan bantuan kuota data tahap 2 akan dikirimkan pada 28–30 Oktober 2020,” terang Pelaks­ana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Hasan Chabibie, dalam kete­rangan resminya, Minggu (25/10).

Terkait rincian penerima subsidi internet, Hasan men­gungkapkan bahwa ada 946 ribu untuk jenjang PAUD, 5,3 juta di jenjang SD dan di ting­kat SMA sebanyak 1,6 juta. Lalu, untuk tingkat SMK seba­nyak 1,3 juta, SLB 35 ribu dan 27 ribu untuk kesetaraan. Se­lain itu guru berjumlah 957 ribu, mahasiswa 915 ribu dan dosen 65 ribu.

Untuk jenjang pendidikan tinggi, Kemendikbud melaku­kan mekanisme yang berbeda, yakni perguruan tinggi di­minta membuat Surat Per­nyataan Tanggung Jawab Mut­lak (SPTJM) setiap bulannya. Hingga saat ini baru terdapat 912 ribu mahasiswa dan 65 ribu dosen yang akan mene­rima bantuan tahap 1 bulan ini, sehingga total 977 ribu penerima bantuan di jenjang dikti.

’’Bantuan yang dikirimkan hari ini dan esok hari merupa­kan bantuan kuota data tahap 1 di bulan Oktober, sedangkan bantuan kuota data tahap 2 akan dikirimkan pada 28 – 30 Oktober 2020,” terang Pelaks­ana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Hasan Chabibie dalam kete­rangan resminya, Minggu (25/10). Terkait rincian pene­rima subsidi internet, Hasan mengungkapkan bahwa ada 946 ribu untuk jenjang PAUD, 5,3 juta di jenjang SD dan di tingkat SMA sebanyak 1,6 juta. Lalu, untuk tingkat SMK seba­nyak 1,3 juta, SLB 35 ribu dan 27 ribu untuk kesetaraan. Selain itu guru berjumlah 957 ribu, mahasiswa 915 ribu dan dosen 65 ribu.

Untuk jenjang pendidikan tinggi, Kemendikbud melaku­kan mekanisme yang berbeda, yakni perguruan tinggi dimin­ta untuk membuat SPTJM (surat pernyataan tanggung jawab mutlak) di setiap bulan­nya. Hingga saat ini baru ter­dapat 912 ribu mahasiswa dan 65 ribu dosen yang akan me­nerima bantuan tahap 1 bulan ini. Sehingga total 977 ribu penerima bantuan di jenjang dikti. Selain itu, Kemendikbud juga menambahkan daftar aplikasi dan situs yang bisa diakses dengan gratis hingga mencapai 2.690 aplikasi dan situs, yang terdiri atas 61 apli­kasi pembelajaran, 5 aplikasi konferensi video, dan 2.624 laman kampus dan sekolah. Ini bertambah jika melihat pada september lalu yang ha­nya 19 aplikasi pembelajaran, 5 konferensi video serta 400 laman kampus dan sekolah.

’’Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, baik dari pe­merhati pendidikan, warga satuan pendidikan, maupun masyarakat umum, maka Ke­mendikbud menambah daftar aplikasi dan situs yang dapat diakses menggunakan kuota belajar,” tuturnya.

Akan tetapi, daftar tersebut tak hanya berhenti di situ saja, melainkan akan terus ditambah seiring waktu. “Daftar ini ma­sih akan terus bertambah sei­ring dengan masukan dari masyarakat,” tutup Hasan.

Sebagai informasi, untuk pa­ket kuota internet untuk pe­serta didik PAUD sebesar 20 GB per bulan, dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB bulan, dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Sementara itu, paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah menda­patkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Kemudian, kuota internet untuk maha­siswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *