50 Persen Bangunan di Gunungsindur dan Parungpanjang Bermasalah

by -

METROPOLITAN – Masih banyaknya bangunan yang tak berizin, membuat UPT Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) wilayah III Kabupa­ten Bogor membentuk Tim Pengawasan. Tim tersebut nantinya bakal mengecek dan mendata bangunan yang bermasalah. Langkah ini dilakukan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor ikut meningkat.

Kepala UPT Penataan Bangu­nan Kelas A Wilayah III, Adries Pieter Lucah Walter Rumso­ry, mengatakan, hingga saat ini masih banyak bangunan yang bermasalah dan belum menempuh perizinan. Dari 14 kecamatan di bawah naungan DKPP wilayah III ada dua kecamatan yang pa­ling banyak masalah, yakni Kecamatan Gunungsindur dan Parungpanjang.

“Bahkan, hampir 50 persen bangunannya bermasalah. Kita sudah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan perizinan di dua kecamatan itu guna meningkatkan PAD,” ujar lelaki yang akrab disapa Walter itu.

Untuk menyisir bangunan yang tidak berizin, pihaknya membentuk tim khusus un­tuk menyelesaikan perma­salahannya. ”Paling banyak bangunan yang tidak berizin itu di Kecamatan Gunungs­indur dan Parungpanjang,” katanya.

Walter mengaku pihaknya tak akan mempersulit proses perizinan bagi pemilik bangu­nan yang belum melakukan proses izin. Hal tersebut un­tuk mencari solusi demi me­ningkatkan PAD. Dengan program jemput bola dan membentuk tim khusus se­perti ini, kontribusi yang disalurkan dari UPT DKPP wilayah III untuk Kabupaten Bogor sudah mencapai Rp59 miliar dari target pada De­sember sebesar Rp90 miliar.

”Alhamdulillah, kita sudah memberikan sumbangsih terhadap Kabupaten Bogor melalui PAD yang didapat. Sudah Rp59 miliar dari target 90 miliar hingga Desember 2020,” pungkasnya. (ads/b/fin/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *