Ade Yasin Minta Seluruh Pesantren di Bogor Tegakkan 3M

by -

METROPOLITAN – Pering­atan Hari Santri di Kabupaten Bogor rupanya menjadi ajang mengampanyekan pola hidup sehat di tengah pandemi. Da­lam kesempatan itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, mengaku bakal melibatkan elemen pondok pesantren (ponpes) untuk membantu Pemkab Bogor mengampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Menurut Ade Yasin, saat ini pondok pesantren memang menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten (pem­kab). Hal itu lantaran ting­ginya potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan pe­santren. Terlebih, pondok pesantren mulai beroperasi normal sejak Juli lalu.

Mengantisipasi meningkat­nya potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan pe­santren, Pemkab Bogor be­rencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pondok Pe­santren. Satgas tersebut akan dibentuk di setiap ponpes. Satgas ini bertugas menga­wasi potensi hilir-mudik para santri, baik di area pon­pes maupun luar pondok sesuai Perbup tentang PSBB pra-AKB.

”Karena dalam Perbup yang kita buat, pesantren hanya boleh beraktivitas di dalam pondok, tidak boleh keluar. Bahkan di tengok pun tidak boleh. Itu juga berlaku untuk tenaga pengajar,” tegasnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor ini menga­takan, dibentuknya Satgas Pondok Pesantren tersebut lantaran sampai saat ini sudah ada empat ponpes yang ke­dapatan positif Covid-19. Keempatnya berlokasi di tiga kecamatan, yakni Cigombong, Gunungputri dan Leuwiliang.

Berdasarkan data yang ada, jumlah ponpes di Kabupaten Bogor mencapai 1.407. ”Ki­ta akan pastikan dalam waktu dekat 1.407 Satgas Pondok Pesantren bisa se­gera terbentuk, minimal November untuk menekan potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok pe­santren di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan, mengatakan, pembentukan Satgas ponpes ini tengah menjadi perhatian Pemkab Bogor. Bahkan, pem­kab tengah konsen terhadap sejumlah kegiatan keaga­maan di Kabupaten Bogor.

Rencananya Satgas Ponpes ini diisi sejumlah kiai dan tokoh agama sesepuh di Bu­mi Tegar Beriman. ”Ini supaya para kiai bisa menularkan pentingnya menjaga protokol kesehatan ke para santri,” ucapnya.

Rencananya, sambung dia, MUI menggelar pertemuan secara virtual kepada pimpi­nan ponpes kaitan rancangan pembentukan Satgas Ponpes ini. Ia berharap ini menjadi jembatan pemerintah mem­berikan perhatiannya kepada pondok pesantren.

”Kita akan menggelar per­temuan secara daring untuk melihat respons dan menjaring aspirasi dari pondok pesantren tentang wacana ini untuk kita sampaikan kepada bu­pati sebagai acuan pemben­tukan Perbup. Intinya, kita harap ini bisa menjadi jem­batan bagi pemerintah dan pondok pesantren,” tutupnya. (ogi/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *