Awas! Maling Bermodus Pamer Kelamin Beraksi di Bogor

by -

METROPOLITAN – Bak tersambar petir di siang bolong, seorang ibu muda terkejut melihat pria misterius tiba-tiba pamer kelamin di hadapannya. Peristiwa tersebut dialami AN (26), ibu anak satu asal Kampung Dampit, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Selasa (20/10).

Suami korban, FE (30), menceritakan, sekitar pukul 09:00 WIB, sang istri sedang makan di kontrakannya dengan pintu terbuka. Tiba-tiba ada pria misterius di depan kontrakan dan berpura-pura mencari burung. ”Sama istri disamperin ke depan dan ditanya, katanya mau cari burung. Dia (pelaku, red) jalan kaki pakai kaos biasa, celana pendek. Eh tiba-tiba orang itu mamerin alat kelaminnya,” katanya saat dihubungi Rabu (21/10). Karena syok, lanjut FE, sang istri langsung menutup pintu dan keluar rumah mengungsi ke rumah tetangga. Anaknya yang masih di bawah 5 tahun ikut dibawa pergi sang istri.

Setelah beberapa saat, istrinya kembali pulang. Ia malah melihat uang yang tersimpan di atas televisi raib berbarengan dengan pria tersebut. ”Pas istri pulang lagi, kan itu (pelaku) juga uang di atas tv di dalam kamar ilang. Nominalnya nggak gede cuma di bawah Rp200.000,” tambah FE.

Akibat kejadian itu, istri dan anaknya mengaku trauma. Saking takutnya, sang istri mengungsi sementara ke tetangga ketika ditinggal bekerja. Bahkan pada malam hari setelah kejadian itu, istrinya selalu menangis dan memintanya segera pulang. ”Saya berangkat kerja, dia (istri) ke tetangga, nggak berani di rumah,” katanya. Sementara itu, Kapolsek Ciomas, Kompol Endang Kusnandar, mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. ”Saya konfirmasi dulu soalnya belum ada info,” katanya melalui pesan singkat.

Menanggapi kasus tersebut, Kriminolog dan Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, mengatakan, meskipun perilakunya seksual, dalam banyak kasus pelecehan seksual motifnya ternyata bukan seksual, melainkan power atau dominasi atau penguasaan atau kontrol. ”Jadi, pelaku punya perasaan rendah diri yang parah (kompleks inferioritas). Pelecehan, dengan demikian, cara jahat untuk merebut superioritas,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pelaku akan merasa superior atau menang jika korban menunjukkan ekspresi kekalahan. Misalnya, panik, pingsan, kaget sehingga tidak mampu melakukan perlawanan apa pun dan sejenisnya. Untuk itu, ia memberikan tips kepada wanita khususnya bila mengalami pelecehan seksual pamer alat kelamin. ”Jangan menunjukkan ekspresi kalah. Justru rendahkan si pelaku secara lisan, tekan secara psikis. Misal, ’woi, ada orang kena penyakit nih. Dikiranya gue takut. Lapor ke polisi,” tutupnya. (cr3/c/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *