Bansos Hanya Cukup Untuk Dua Minggu Bagi Warga Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah pusat, provinsi Jawa Barat hingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menangani dampak Covid-19 pada masyarakat, yakni dengan program bantuan sosial (bansos). Rupanya, bansos yang diberikan kepada warga Kota Bogor tersebut, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama dua minggu saja.

Hal itu terungkap dalam survei Pemkot Bogor kepada warganya. Untuk menentukan langkah kebijakan yang diambil untuk pemulihan ekonomi Kota Bogor.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan secara rinci hasil survei. Menariknya, survei itu juga dilakukan untuk mengetahui penyaluran bansos.

Bima mengakui, ada sebanyak 69,9% responden berpendapat bansos hanya cukup untuk dua minggu saja. Ia menambahkan, bansos itu hanya bisa digunakan untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari, seperti kebutuhan pokok hingga untuk kebutuhan sekolah anak.

Baca Juga  Sisa Kerahiman Proyek Rel Ganda buat 700-an KK di Kota Bogor Baru Cair Tahun Depan

“Pertanyaan yang paling penting, pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi memberikan bansos kepada warga. Bansos itu habisnya berapa lama? Sebagian besar dari mereka ini bilang dua minggu habis, sebanyak 69,9 persen responden,” katanya dalam acara MarkPlus Government Roundtable Series 2: Pemulihan Ekonomi di Jawa Barat, Kamis (22/10)

Bahkan, sambung dia, ada warga penerima bansos yang menghabiskan bantuan lebih cepat. Yakni dalam waktu satu minggu saja untuk kebutuhan sehari-hari.

“Itu hanya untuk kebutuhan sehari-hari, jadi boro-boro untuk modal usaha,” imbuhnya.

Padahal berdasarkan hasil survei, tak kurang sebanyak 91,8 persen koresponden warga Bogor menyatakan sangat berminat untuk memulai usaha. Hanya saja, asal ada bantuan modal dari pemerintah.

Baca Juga  Bule Cantik Rela ke Indonesia Demi Pemuda Desa

Alhasi, Bima menyebut bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor kedepan akan fokusk untuk beberapa prioritas utama. Mulai dari program penguatan kesehatan, pemulihan ekonomi dan penguatan pendidikan.

Sesuai hasil survei, Pemkot Bogor bakal menggenjot dan memanfaatkan sektor bisnis yang sedang booming di masa pandemi di Bogor. Mulai dari urban farming hingga wisata alam yang meningkat.

“Bekerja di produsen produk makanan dan minuman kesehatan atau healthy food. Ada kesadaran orang-orang untuk bekerja di bidang yang demand-nya tinggi disitu. Selain itu, seperti produsen alat olahraga.

Sekarang ini booming banget orang Jakarta ke Bogor untuk gowes, jogging, trekking, rafting dan lain-lain. Terakhir kita akan menggairahkan Urban Farming dan UMKM, salah satunya di sektor pernak-pernik untuk hiasan rumah,” pungkasnya. (dtk/ryn)

Baca Juga  Geng Motor Berulah, Warga Pasirjaya Bogor Resah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *