Bansos Jabar Rp400 Ribu Tahap III Cair Hari Ini

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Provinsi Jawa Barat (Pem­prov Jabar) akan memulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap III mulai Senin (19/10) atau hari ini. Sebanyak 1,9 juta Keluarga Rumah Tang­ga Sasaran (KRTS) menjadi penerima tahap III. Pemerintah mengalokasikan nilai bansos Rp400.000/KRTS. Berbeda dengan nilai bansos pada dua tahap sebelumnya, yaitu Rp500.000/KRTS.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar Dodo Suhendar mengatakan, ada sejumlah penyesuaian dalam bansos tahap III. Salah satunya besaran nilai bansos menjadi Rp400.000. Rinciannya, Rp250.000 berupa sembako dan uang tunai Rp150.000. ”Penyesuaian dila­kukan salah satunya karena ada penambahan penerima bansos yang signifikan, yakni sekitar 500 ribu KRTS, dari tahap se­belumnya,” kata Dodo.

Komoditas sembako pada tahap III berupa beras kualitas premium 5 kg, minyak goreng kemasan botol isi satu liter, kornet dua kaleng, sarden tiga kaleng, gula pasir satu kg, garam 500 gram, susu kemasan kotak lima buah, vitamin C satu paket dan masker empat buah.

Semua komoditas sembako tersebut dikemas dalam goody bag bertuliskan protokol kese­hatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. ”Itu dilakukan untuk menyo­sialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol keseha­tan di tengah pandemi,” ucap Dodo.

Selain itu, barang bansos ta­hap III dikelola dan disimpan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar, yakni PT Agro Jabar. Sementara untuk pen­distribusian tetap dilakukan PT Pos Indonesia.

Bansos Jabar merupakan sa­lah satu bantuan bagi warga terdampak pandemi. Selain bansos Jabar, ada Kartu PKH, Kartu Sembako, bansos presi­den untuk perantau di Jabode­tabek, Dana Desa, Kartu Pra­kerja, bantuan tunai Kemen­terian Sosial dan bansos kabu­paten/kota.

Dodo menyatakan Pemerin­tah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar mengusung prinsip ke­hati-hatian dalam pendataan penerima bansos tahap III. Tujuannya supaya tetap sasa­ran dan berkeadilan.

Pemda Provinsi Jabar pun intens berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam men­data penerima bansos. Salah satunya dengan Badan Penga­wasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ”Data yang sudah kami validasi dan cleansing di-review oleh BPKP. Supaya data penerima bansos yang nanti ditetapkan lebih baik, teliti, dan dapat dipertang­gungjawabkan,” ucapnya.

Dodo menyebut terdapat sekitar 24 tahap cleansing data penerima bansos pro­vinsi tahap III. Mulai dari me­mastikan NIK valid sampai mengecek nama dan alamat penerima bansos. Banyaknya tahapan cleansing data mem­buat data penerima bansos semakin akurat. (pr/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *