Belum Setahun, Kota Bogor Dilanda 559 Bencana. Kecamatan Bogor Selatan Paling Rawan

by -

METROPOLITAN.id – Sepanjang tahun 2020, Kota Bogor diterpa 559 bencana dengan beragam kejadian, mulai dari banjir hingga tanah longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kora Bogor, Priyatnasyamsah mengatakan, tanah longsor menjadi bencana yang paling sering terjadi sepanjang 2020.

“Untuk longsor menjadi bencana yang paling banyak terjadi, totalnya ada 230 kejadian,” katanya Minggu (18/10).

Ia menjelaskan, selain tanah longsor, Kota Bogor juga terjadi bencana lain sepanjang 2020. Diantaranya banjir sebanyak 25 peristiwa, angin kencang 2 kali, kebakaran 26 kali, pohon tumbang 88 kali, bangunan ambruk 142 kali, orang hanyut 4 kali, tanah amblas 11 kali dan penyelamatan hewan 31 kali.

Jika melihat dari wilayah, kata dia, Kecamatan Bogor menjadi wilayah dengan kejadian bencana paling banyak ketimbang kecamatam lain.

Dimana sudah terjadi sebanyak 99 kali bencana sejak awal tahun. Diantaranya kejadian tanah longsor terjadi sebanyak 40 kali.

“Kejadian longsor paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, yaitu 40 kali. Ini menjadi perhatian kami untuk ditanggulangi,” ujarnya.

Memang, berdasarkan asesmen yang telah dilakukan oleh BPBD Kota Bogor, ancaman terjadinya longsor di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, salah satunya karena kontur wilayah yang berada di kaki Gunung Salak.

Adapun kelurahan yang mendapatkan ancaman bencana di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, diantaranya banjir lintasan di Kelurahan Batutulis, ancaman longsor, Kelurahan Bondongan, Muarasari, Lawanggintung, Cipaku dan Empang.

“Sedangkan untuk ancaman bencana angin puting beliung di Kelurahan Genteng,” jelasnya.

Melihat situasi ancaman bencana yang menghantui Kecamatan Bogor Selatan. Camat Bogor Selatan, Hidayatulloh, mengaku saat ini tengah membuat peta sebaran daerah.

Ia pun meminta seluruh lurah yang ada di wilayah rawan bencana untuk bersiaga sampai akhir tahun nanti.

“Ini kan sudah memasuki musim penghujan. Jadi saya meminta seluruh lurah untuk bersiaga,” ungkapnya.

Terakhir, dua pohon tumbang terjadi di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan. Atas kejadian tersebut, ia pun mengaku akan segera berkoordinasi dengan Disperumkim.

“Banyak pohon yang memang sudah tua. Nah ini nantilah gunanaya peta bencana Kecamatan, agar selain mengetahui kondisi di lapangan secara riiil, tapi juga tahu mitigasi bencana,” pungkasnya. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *