BPJS Gaet DPMD Garap Data Perangkat Desa

by -

METROPOLITAN – Badan Penyelenggara Jaminan So­sial (BPJS) Kesehatan Kabu­paten Bogor mengenalkan Aplikasi E-Debu. Pengenalan itu pun melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Pember­dayaan Desa DPMD Agus Lidwan mengaku pihaknya fokus sebagai fasilitator giat pendataan dan pengenalan Aplikasi E-Debu tersebut.

”Jadi E-Debu ini lebih me­nyasar data dari para perang­kat desa (kades, kasi, kaur dan kadus, red). Data yang akan diberikan operator yang akan dikirim ke pihak BPJS, yakni terkait Nomor Kepala Keluarga (KK) untuk penda­taan pembayaran BPJS Kese­hatan,” katanya kepada Met­ropolitan.

Sedikitnya ada 416 operator dari setiap desa yang akan dikerahkan. Masing-masing akan mendapat pengarahan terkait Aplikasi E-Debu. Da­lam satu hari terdapat dua gelombang kegiatan penge­nalan apliaksi E-Debu ke­pada seluruh operator.

”Gelombang pertama pagi hingga siang hari. Gelombang kedua siang hingga sore hari. Untuk satu hari meling­kupi empat kecamatan dan lebih dari 51 operator desa setiap harinya yang akan mengikuti pengenalan dan pengelolaan Aplikasi E-Debu ini,” imbuhnya.

Di lain hal, papar Agus, saat ini Dewan Perwakilan Ra­kyat Daerah (DPRD) Kabu­paten Bogor tengah meng­godok Perda Inisiatif Perang­kat Desa. Tujuan nanti agar kades terpilih pada proses pencalonan tidak bisa seme­na-mena memberhentikan perangkat desa.

”Jadi tujuannya untuk peng­amanan untuk perangkat desa itu sendiri. Kalaupun perangkat desa keluar, harus ada alasan yang kuat. Tidak begitu saja. Iya, masih diba­has,” tandasnya. (yos/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *