Buruh Terus Berdatangan, Menyemut di Balai Kota Bogor Tolak UU Ciptaker

by -

METROPOLITAN.id – Gelombang aksi demonstrasi yang dilakukan buruh se-Kota Bogor di kantor Wali Kota Bogor terus berdatangan, Rabu (21/10) siang.

Kali ini, buruh yang tergabung dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor sampai di Balai Kota Bogor untuk menemui Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan penolakan UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker)

Kurang lebih 1000 buruh yang terdiri dari PSP Unitex, PSP Coats Rejo Indonesia, PSP Citra Abadi Sejati, PSP Akur Pratama dan PSP Bogor Club, bergabung dengan FSPKEP Goodyear yang sebelumnya sudah menduduki Balaikota Bogor.

Buruh dari SPN ini, melakukan long march dari Tugu Kujang menuju Balaikota. Para buruh ini menuntut agar Bima Arya ikut menolak ditetapkannya Undang-undang Omnibuslaw Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).

“Kami para buruh, meminta kepada Wali Kota Bogor, agar mengirimkan surat ke Presiden agar menerbitkan Perpu,” kata Ketua SPN Kota Bogor, Budi Mardika.

Namun, sampai berita ini diturunkan, belum nampak kehadiran Bima Arya di Balai Kota Bogor. Sebab, berdasarkan informasi yang diterima oleh Metropolitan.id, Bima Arya tengah mengikuti kegiatan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

Sebelumnya, ratusan buruh yang tergabung didalam FSPKEP Goodyear Indonesia, sudah lebih dulu memasuki plaza Balaikota Bogor, Rabu (21/10).

Para buruh yang menggeruduk Balaikota Bogor ini, menyerukan penolakan atas disahkannya Undang-undang Omnibuslaw Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).

Ketua FSPKEP Goodyear Indonesia, Iwan Ibnu, yang berdiri diatas mobil komando yang terparkir di Plaaza Balaikota Bogor, meminta Wali Kota Bogor, Bima Arya, untuk menemui para buruh.

“Dimana Pak Wali Kota kami. Kami meminta Bima Arya untuk keluar. Kami buruh bantuan bapak kami untuk menolak Omnibuslaw,” kata Iwan. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *