Cemari Udara, Pabrik Bata Hebel Ditutup Sementara

by -

METROPOLITAN – Mus­pika Gunungsindur melaku­kan mediasi antara perwaki­lan warga, pemerintahan desa dengan manajemen PT Acon di kantornya, kemarin. Mediasi tersebut terkait du­gaan adanya pencemaran udara hasil limbah produksi bata hebel PT Acon di Desa Curug, Kecamatan Gunungs­indur.

Camat Gunungsindur Yodi MS Ermaya mengatakan, me­diasi merupakan permintaan warga yang ingin menyam­paikan aspirasi mereka menutup sementara produk­si PT Acon agar tidak lagi mencemari udara.

“Kami dari Pemerintah Ke­camatan Gunungsindur me­minta PT Acon untuk mem­berikan hak hidup yang layak kepada warga agar kegiatan diberhentikan sementara sampai ada perbaikan,” jelas­nya ketika mendatangi kantor PT Acon.

Ia menuturkan, polusi yang dihasilkan dari aktivitas pro­duksi PT Acon itu meng­ganggu dan mengancam kesehatan warga dan anak-anak. Tentunya pihak pabrik pun harus maklum atas kelu­han warga. “Jadi berhenti sementara dengan memper­siapkan proses produksi yang bebas polusi,” tambahnya.

Pihak manajemen PT Acon yang diwakili Nata terkesan berat melakukan penutupan produksi sementara. Alasan­nya, mata pencaharian ka­ryawan dan juga meminta keringanan agar produksi dikurangi.

“Kalau untuk tutup pro­duksi, kami mempertimbang­kan nasib karyawan yang di rumahnya punya anak istri. Tapi kalau dibolehkan, kami minta keringanan untuk mela­kukan penurunan produksi 50 persen,” tutupnya. (nal/rb/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *