Cerita Leader Investasi Bodong Alimama, Diancam Dibunuh Hingga Dipecat Kerja

by -

METROPOLITAN.id -Cerita korban investasi bodong berbasis aplikasi online bernama Alimama telah bermunculan di berbagai daerah sejak akhir September lalu. Kini, muncul lagi cerita korban investasi Alimama  yang bahkan sampai mendapat teror mengerikan.

Dia lah Dian Ayu. Wanita asal Bengkulu ini kini menjadi buruan ribuan orang, terutama para pengguna aplikasi Alimama. Sejak aplikasi Alimama tak bisa diakses tanggal 19 September, Dian Ayu diburu banyak orang.

Sebab, orang-orang mengira kalau Dian adalah orang perwakilan Alimama di Indonesia.

Untuk diketahui, aplikasi Alimama ini disebut-sebut berasal dari Tiongkok. Sebab dalam aplikasinya pun ada penjelasan berbahasa mandarin.

Selain itu, nama Alimama sama dengan anak perusahaan e-commerce raksasa asal Tiongkok Alibaba Group, Alimama. Kepada Metropolitan, Dian Ayu menjelaskan kalau dirinya bukan lah orang perwakilan Alimama.

“Orang menyangka kalau Dian Ayu itu adalah top leader Alimama Indonesia, padahal bukan. Saya itu dibawah leader saya yang katanya Orang China namanya SCC,” kata Dian Ayu, Rabu (14/10).

Lanjutnya, SCC ini memiliki 36 anggota, yang mana salah satunya adalah dirinya. Dari pencapaian target, sebenarnya Dian Ayu masuk dalam peringkat 2 paling bawah.

Namun, alasan kenapa orang-orang menyangka kalau Dian Ayu adalah top leader di Indonesia karena videonya saat live Instagram viral di kalangan pengguna Alimama.

Dian menerangkan, video live di Instagram itu awalnya diperuntukkan untuk anggota grupnya saja yang bernama Aliayu Alimama. Saat live itu yang disampaikan adalah materi seputar Alimama dan forum tanya jawab untuk anggota grupnya saja.

“Untuk live itu sebenarnya permintaan dari SCC. Pertimbangannya saya mau nerima karena agar saya bisa ngobrol berbagi pengalaman tentang Alimama dengan anggota saya. Tapi ternyata video saya itu disebarkan juga oleh leader-leader lain, makanya orang menyangka kalau saya ini top leader di Indonesia,” tuturnya.

Dian membeberkan, untuk anggota grupnya itu ada sekitar 3000-an pengguna. Jumlah tersebut ia capai hanya dalam waktu 2 bulan saja.

Awalnya, ia hanya mengajak sekitar 110 orang, namun hingga generasi ketiga berkembang menjadi 3000-an pengguna.

Saat aplikasi Alimama tiba-tiba eror pada 19 September lalu, ia langsung diburu banyak orang.

“Saya difitnah, dihujat, diancam dibunuh, diperkosa dan akan disantet. Dalam sehari ada 1000-an pesan WA yang masuk ke saya, telepon juga ratusan yang masuk. Saya jadi deg-degan kalau buka HP,” aku Dian Ayu.

Selain itu, ia juga mendapat teror yakni alamat rumahnya disebar ke banyak orang, bahkan titik ordinat saat dirinya berada di suatu tempat juga disebarkan.

Akibatnya, Dian Ayu menjadi tertekan dan takut untuk keluar rumah. Rumahnya yang berada di Bogor pun menjadi incaran para korban Alimama.

Ia semakin khawatir karena kini anggota keluarganya juga ikut terkena imbas. Selain itu, ia juga kini telah dipecat dari pekerjaannya, karena banyak orang yang juga menyasar ke kantor kerjaannya.

Atas kejadian itu, ia telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.

“Saya juga di sini sebagai korban. Saya juga tertipu dan rugi sekitar Rp500 jutaan. Saya juga mendapat teror dan takut kalau keluar rumah,” terangnya.

Sementara itu, kuasa hukum Dian Ayu, Rizki Fajar Siddik mengatakan, pihaknya telah melakukan pelaporan ke Polda Metro Jaya terkait ancaman dan penyebaran nama baik yang diterima kliennya.

“Kami sudah lapor untuk yang pengancaman dan pencemaran nama baik tertanggal 30 September. Bukti-buktinya nerupa screen shoot percakapan yang melakukan pengancaman, dan akun medsos yang menyebarkan, karena klien dituduh melakukan penggelapan uang,” ungkapnya.

Selain itu, rencananya pihaknya juga akan melakukan laporan kepada Alimama ke kepolisian atas kasus dugaan penipuan.

“Yang kita laporkan adalah Alimama-nya, karena kita ini negara hukum maka tugas kita melaporkan ke pihak yang berwajib. Kalau dari pihak kepolisian sebenarnya tinggal menunggu dan disarankan untuk klien kita meminta menerima kuasa dari korban-korban yang ada di bawahnya untuk melaporkan, ” pungkasnya. (Cr3/d/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *