Dinas Koperasi UMKM Genjot Data Pelaku Usaha hingga ke Perdesaan

by -

METROPOLITAN – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupa­ten Bogor terus menggenjot pendataan dari keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ketua Forum UMKM IKM Kecamatan Rancabungur, Nunung, men­jelaskan saat ini kuota untuk Jawa Barat sebanyak 12 juta UMKM.

”Khusus untuk Kabupaten Bogor sendiri diperkirakan mencapai 8.000 kuota. Dan untuk di Rancabungur baru terdata sebanyak kurang lebih seribu pelaku UMKM,” katanya kepada Metropolitan.

Nunung memaparkan, pen­dataan ini bertujuan agar ma­syarakat Bumi Tegar Beriman, khususnya di Rancabungur, bisa mandiri. ”Jadi tujuannya agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri. Pelaku UMKM harus terus berinovasi agar tujuan kemandirian itu sen­diri bisa terwujud dengan baik,” katanya.

Sementara itu, data-data yang sudah diajukan dan yang sudah terverifikasi bukan bertujuan untuk mendapat bantuan dari pemerintah senilai Rp2,4 juta. Namun, agar pelaku UM­KM dapat berdaya jual tinggi.

”Kendati demikian, kami para pengurus sangat berte­rima kasih kepada pemerintah dengan bantuan yang sudah disiapkan. Sehingga diharapkan bisa menjadi modal tambahan bagi para UMKM,” harapnya.

Saat ini, pihaknya juga sudah membentuk koordinator desa (kordes) untuk keakuratan data pelaku UMKM. Tujuannya untuk diakomodasi di waktu mendatang. ”Namun begitu, jangan sampai karena ada ban­tuan jangan sampai adanya UMKM dadakan untuk menda­patkan bantuan. Karena nanti­nya akan dicek dan ricek oleh pihak berwenang,” tegasnya.

Nunung juga meminta agar tidak ada pelaku UMKM yang melakukan manipulasi data demi mendapatkan bantuan. “Karena syarat untuk dapat bantuan harus ada NIB, IUM­KM dan SKU, termasuk NPWP,” tandasnya. (yos/c/feb/run

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *