Habib Bahar Jadi Tersangka Lagi

by -

METROPOLITAN – Habib Bahar kembali ditetapkan menjadi tersangka Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit­reskrimum) Polda Jawa Barat. Penetapan Habib Bahar seba­gai tetrsangka kembali tertuang dalam surat Nomor B/4094/X/2020/Ditreskrimum per 21 Oktober 2020, dengan pasal yang disangkakan yakni Pasal 170 dan 351 Kitab Un­dang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan tempat keja­dian perkara di Bogor.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Habib Bahar, Aziz Ya­nuar, mengatakan, kasus yang menjerat kliennya tersebut merupakan kasus lama dan bukan kasus penganiayaan. “Itu bukan penganiayaan, tapi kesalahpahaman yang membuat pelapor membuat lapaoran pada 2018,” katanya.

Kuasa hukum Habib Bahar menegaskan, kasus tersebut sudah berakhir damai sejak jauh-jauh hari. “Diiringi pula dengan pencabutan laporan kepolisian yang ditempuh pelapor. Lalu, perkara itu sudah selesai dengan adanya perda­maian dari pihak Habib Bahar dengan pelapor,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Re­serse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes CH Patoppoi, membenarkan penetapan ter­sangka Bahar. Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang Bogor itu ditetapkan tersangka dalam surat Nomor B/4094/X/2020/Ditreskrimum per 21 Oktober 2020.

Pasal yang disangkakan ke­pada Bahar yakni Pasal 170 dan 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan tempat kejadian perkara di Bogor. ”Betul, hasil gelar telah ditetapkan tersangka,” kata Patoppoi.

Informasi yang dihimpun, kasus dugaan penganiayaan itu dilaporkan seseorang ber­nama Andriansyah pada 2018 ke Polda Jabar. Belakangan, Ditreskrimum Polda Jabar menaikkan status terlapor Bahar menjadi tersangka.

Patoppoi mengatakan, usai ditetapkan sebagai tersangka, penyidik akan memeriksa Ba­har. Pihaknya juga tengah meminta izin ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan un­tuk memeriksa Bahar yang kini ditahan di Lapas Gunungs­indur.

”Saat ini penyidik sedang minta izin ke Ditjen PAS Ke­menterian Hukum dan HAM untuk periksa yang bersang­kutan di Lapas Gunungsindur,” ujarnya. (rb/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *