Hendak Ikut Demo, Pelajar Bogor Bawa Pil Terlarang

by -
YUDHI/METROPOLITAN

METROPOLITAN – Sejumlah pelajar yang hendak mengikuti aksi demonstrasi tolak UU Omnibuslaw Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) terjaring razia gabungan yang dilakukan Satgas Pelajar Kota Bogor dan jajaran Polresta Bogor Kota di Stasiun Bogor.

Berdasarkan catatan Satgas Pelajar Kota Bogor, sampai pukul 17:00 WIB, ada 46 pelajar yang terjaring di Stasiun Bogor. Para pelajar ini kedapatan membawa berbagai barang. Mulai dari jimat sampai ada yang ketahuan membawa obat-obatan terlarang.

Adapun pelajar yang diketahui membawa obat-obatan terlarang ini berasal dari SMA di Leuwili­ang, Kabupaten Bogor. Pela­jar berinisial MF (18) ini membawa obat jenis Trihek­sifenidil atau biasa disebut Trihex.

”Jadi, anak-anak ini terjaring di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) saat hendak me­masuki Stasiun Bogor. Nah, obat-obatan itu disembu­nyikan di kaos kaki,” terang anggota Satgas Pelajar Kota Bogor, Arif Mukhlis, Selasa (13/10).

Baca Juga  Pedagang Pasar Bogor Gugat Lagi PD PPJ

MF diketahui ingin berangkat ke Jakarta bersama dua teman­nya. Karena terjaring dan ke­dapatan membawa obat, MF dipisahkan dari teman-teman­nya dan diamankan di Pol­resta Bogor Kota. Barang bukti yang diamankan Satgas Pelajar hanya satu butir. ”Tapi dia ngaku kalau sebelum ke sini (Stasiun Bogor, red) sudah minum. Tapi nggak tahu be­rapa minumnya,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait adanya pelajar yang kedapatan mem­bawa obat Trihex ini.

Sekadar diketahui, Trihex­yphenidy termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya memerlukan resep dokter. Obat yang mengandung bahan kimia ini merupakan obat penenang. Sehingga jika dikonsumsi tidak sesuai dosis, obat itu bisa menimbulkan efek se­perti penggunaan narkotika. Umumnya digunakan dokter untuk obat penenang pende­rita gangguan jiwa. Pil Trihex dilarang diperjualbelikan tanpa resep dokter.

Baca Juga  Lama Menghilang, Blink-182 Rilis Album Baru

Anggota Satgas Pelajar Kota Bogor merazia pelajar di Sta­siun Bogor yang ditengarai ingin ikut aksi demo di Jakarta. Tidak hanya menggeledah isi tas, petugas juga memeriksa isi percakapan WhatsApp para pelajar.

Ketua Harian Satgas Pelajar Kota Bogor, Muhammad Iqbal, mengatakan, pihaknya mela­kukan pemeriksaan terhadap isi percakapan WhatsApp di HP para pelajar. Hasilnya, ditemukan beberapa percaka­pan yang ditengarai adanya ajakan untuk berdemo di Ja­karta.

”Ada di percakapannya dengan grup mereka, ada ajakan untuk demo. Jadi me­reka janjian, ada yang sudah nunggu di stasiun,” kata Iqbal. Saat digeledah, ia menemukan ada pelajar yang membawa bendera merah putih dan benda menyerupai jimat.

Sementara itu, pelajar asal Kabupaten Bogor yang ke­dapatan membawa obat Triheksifenidil atau biasa disebut Trihex saat ini masih ditahan di Polresta Bogor Kota. ”Kami dari Satnarkoba akan mendalami kasus ini. Mulai dari mana dia menda­patkan obat tersebut, men­gonsumsi dari kapan dan lain sebagainya,” ujar Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, AKP Agus Susanto, Selasa (13/10).

Baca Juga  Demo Anarkis Jelang Pelantikan Presiden ditolak Unsrat Manado

Agus menerangkan, barang bukti yang diamankan beru­pa satu butir obat termasuk dalam golongan IV. Ia mene­rangkan obat Thirex ini sang­at berbahaya jika dikonsum­si tanpa resep dokter. Karena memiliki efek samping ber­upa delusi dan lain sebagainya. Sama seperti obat-obat yang termasuk golongan IV.

Sedangkan untuk pelajar yang terjaring membawa obat-obatan hanya satu orang saja. ”Pelajarnya cuma satu. Ini hampir sama seperti heximer efeknya. Sangat berbahaya. Maka dari itu, kamu akan dalami ini,” tegasnya. (dil/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *