Jalur Alternatif Tenjo Ayu Cicurug Ambruk, Bahayakan Pengguna Jalan

by -
BERBAHAYA : Jalur Alternatif Cicurug mengalami kerusakan dan membahayakan pengguna jalan.

METROPOLITAN.ID –  Jalan Alternatif Desa Tenjo Ayu, Sukabumi ambruk, mengakibatkan jalan tersebut hanya digunakan satu jalur. Hal ini membuat dua desa merasa kwatir akan kondisi tersebut. Sementara dari pihak UPT Jalan Kecamatan Cicurug sampai saat ini belum ada perbaikan sedikitpun.

 

Menanggapi hal tersebut Kepala Desa Nanggrang Unang Suwandi di ruang kerjanya menjelaskan keinginannya agar segera dilakukan perbaikan.  “Kapan akan diperbaiki kembali,bila dibiarkan terlalu lama akan sangat membahayakan baik bagi warga  maupun pengguna jalan,”cetusnya.

 

Perbaikan jalan alternatif tersebut sebenarnya sudah dilakukan menyerap anggaran Tahun 2020.Tapi karena tidak maksimal dan kurangnya pengawasan dalam pekerjaan mengakibatkan jalan tersebut cepat hancur. ” Perbaikan jalan belum lama ini karena  dari anggaran2020. Tapi saat pihak kami  tidak dilibatkan (visum ). Jadi saya tidak tahu karena lokasi jalan masuk dalam area dua desa yang berdampingan,” imbuhnya.

 

Unang juga menambahkan, Jalur Alternatif Tenjo Ayu saat ini menjadi jalur utama dengan volume kendaraan hampir lima puluh persen melalui jalur tersebut ketika kondisi jalan melalui Pasar Cicurug macet. “Ingin segera diperbaiki, karena jalur tersebut jalan alternative sangat vital sekali. Karena keadaan Jalan Raya Bogor – Sukabumi yang melalui Cicurug ketika macet selalu melalui Jalur Alternatif Desa Tenjo Ayu dan Desa Nanggrang,” jelasnya.

 

Terpisah, Sekertaris Desa Tenjo Ayu Hendra juga menyampaikan bahwa pihak desa sudah memberikan informasi pada pihak UPT Jalan terkait ambruknya jalan.

 

“Satu minggu finishing tidak tahunya sudah hancur kembali.kami pihak desa sudah mengajukan dan melaporkan ke pihak PU jalan.kemungkinan kualitas pekerjaan tidak maksimal yang dilakukan oleh pihak ketiga,” tegas Hendra.  Keinginan yang sama juga disampaikan Hendra. Pihaknya ingin segera dilakukan perbaikan, karena bila dibiarkan begitu lama akan berdampak bagi para pengguna jalan.

 

” Pas hari kejadian sudah dilaporkan ke pihak UPT Jalan dan memang sudah ditinjau pihak UPT PU Jalan. Tapi sampai saat ini sudah hampir kurang lebih dua bulan  belum juga ada perbaikan,” pungkasnya. (nto/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *