Jam Operasional Nggak Kompak, Pemkab Bogor Minta Ada Keseragaman

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meminta ada keseragaman jam operasional dan sektor mana saja yang diperbolehkan buka di wilayah Bodebek.

Permintaan tersebut disampaijan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan saa rapat evaluasi, Penerapan PSBB Pra AKB perpanjangan keempat yang bakal berakhir pada Rabu (28/10) di Gedung Setda Kabupaten Bogor, Senin (26/10).

Dalam evaluasi tersebut, Pemkab Bogor akan meminta Satgas Covid-19 Bodebek agar kembali mempertegas penyeragaman. Baik penyeragaman jam operasional maupun penyeragaman sektor yang diperbolehkan.

Dirinya menilai, penyeragaman jam operasional dan sektor yang dilarang beroperasi penting untuk dilakukan. Sebab, saat satu sektor dilarang, masyarakat secara otomatis akan mencari daerah yang membuka sektor tersebut.

“Misal di Kabupaten Bogor sektor wisata dibuka, di daerah lain ditutup, maka secara otomatis masyarakat akan berdatangan ke Kabupaten Bogor. Nah makannya penyeragaman ini perlu dilakukan, agar tidak ada pergerakan manusia,” ujar Iwan.

Baca Juga  Berantas Narkoba, Buwas Ogah Tiru Presiden Filipina

Hal tersebut juga berlaku untuk jam operasional.

“Di Kota Bogor kan jam operasional sampai jam 9, sedangkan di Kabupaten Bogor sampai jam 8. Pasti secara otomatis masyarakat kita akan pergi kesana. Jadi penyeragaman ini tentu perlu dilakukan,” ucapnya.

Iwan juga mengaku siap, membuka sejumlah sektor yang dikecualikan jika memang hal tersebut disepakati dan diseragamkan dengan wilayah Bodebek lainnya.

“Tentu kita siap. Kalau mau seragam. Baik jam operasional maupun sektor yang dikecualikan,” tegasnya. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *