Kampoeng Kopi Banaran Akan Menjadi Destinasi Wisata Baru

by -

METROPOLITAN.id – Kampoeng Kopi Banaran (KKB) yang terletak di Kecamatan Bawen, Semarang, Jawa Tengah, dalam waktu dekat ini akan menjadi destinasi wisata baru bagi para wisatawan. Kawasan wisata seluas 40 hektar, yang merupakan salah satu bisnis unit dari PTPN IX yang memiliki aset 400 hektar di kawasan Banaran ini akan dikembangkan lebih modern dan terintegrasi.

 

Hal itu dikarenakan secara resmi telah dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Perkebunan Nusantara IX dengan PT Dyandra Promosindo, terkait dengan pengelolaan Kampoeng Kopi Banaran (KKB). Direktur Utama Holding Perkebunan/PTPN III (Persero) Dr. M Abdul Ghani, mengatakan bahwa Kampoeng Kopi Banaran memiliki potensi besar.

 

Namun karena kompetensi PTPN itu di bidang perkebunan (plantation). Maka ia memilih menggandeng pihak Dyandra untuk mengembangkan kawasan KKB. “Karena itu, kami berkolaborasi dengan pihak lain yang memiliki jejaring pasar dan pengalaman kuat untuk mengemas serta meningkatkan promosi Kampoeng Kopi Banaran,” kata Abdul Ghani.

 

Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, menilai, potensi yang ada di KKB bisa dikembangkan menjadi kawasan eduwisata, ecowisata dan outdoor activity. “Kampoeng Kopi Banaran akan di-upgrade sebagai penunjang aktivitas bagi kaum milenial, komunitas, hingga penyelenggaraan kegiatan MICE di Jawa Tengah,” ujar Hendra Noor Saleh.

 

Lebih lanjut, Hendra menerangkan, selain memiliki potensi alam yang eksotis dan udara sejuk. Kampoeng Kopi Banaran juga memiliki keunggulan wilayah. Yaitu, Terletak di segitiga emas Yogyakarta-Solo-Semarang. Lokasinya hanya sekitar 1 kilometer dari Pintu Tol Bawen, yang terhubung dengan jalur Jalan Tol Trans-Jawa Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya.

 

Lokasi ini juga memiliki panorama indah karena berlatar belakang Danau Rawa Pening dan perbukitan. Khusus untuk komoditas kopi, Hendra menargetkan, dalam waktu periode kerjasama tergalang re-branding kopi lebih kuat. “Ketika orang asing bicara kopi Indonesia, persepsinya akan identik dengan Banaran,” pungkasnya.(*/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *