Kembangkan Pertanian di Pesantren

by -

METROPOLITAN – Ditjen Pendidikan Islam Kemenag menjalin kesepakatan dengan Badan Ketahanan Pangan Kementan dan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dalam mengembangkan per­tanian di pesantren. Sinergi ini ditandai rilis program kor­porasi petani.

Program ini langsung di ba­wah kendali Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dengan mengangkat tema ‘Aksela­rasi Ketahanan Pangan Ber­basis Pesantren’. Pelaksanaan program ini langsung dires­mikan dengan menanam padi seluas 1.000 hektare di Pesantren Pemberdayaan Al Muhtadin Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (17/10).

Hadir pada peresmian ter­sebut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendi­dikan Islam Kemenag Wa­ryono Abdul Ghafur, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP Kementan Yazid Taufik, Ketua Intani Guntur Subagja dan perwakilan dari Pupuk Kujang.

Ketua Intani yang juga Asi­sten Staf Ahli Wapres, Guntur, menjelaskan acara ini meru­pakan program kolaborasi membangun kesejahteraan petani dan ketahanan pangan. Program ini melibatkan ba­nyak stakeholder di bidang pertanian. ”Ini adalah program kolaborasi kami dalam me­ningkatkan perekonomian petani,” jelas Guntur dalam keterangannya, melansir laman Kemenag, Senin (19/10).

Guntur menilai inisiasi ko­laborasi ini sangat tepat dila­kukan di pesantren. Sebab, pesantren memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM), seperti ustadz dan santri, serta mempunyai sumber daya alam berupa lahan yang sangat besar untuk diber­dayakan. ”Potensi sumber daya pesantren ini patut di­berdayakan, maka kami ada untuk berkolaborasi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Direktur PD Pondok Pesantren Kemenag Waryono. Menurut­nya, pesantren secara umum memang tidak terpisahkan dengan pertanian. Sebab, dahulu kiai-kiai memiliki la­han persawahan yang luas dan yang menggarap santrinya. ”Dulu itu kiai-kiai punya sawah yang luas dan santrinya yang menggarapnya,” tutur Wa­ryono.

Waryono mengaku masih mendiskusikan untuk lokasi pengembangan pertanian pesantren lainnya. Ada se­jumlah lokasi yang direncana­kan, antara lain Indramayu, Cirebon dan Banten. ”Program ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2020,” jelas Waryono.

Kepala Pusat Keanekaraga­man Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementan, Yazid Tau­fik, menambahkan bahwa pesantren adalah bagian dari sentra ketahanan pangan nasional sehingga perlu di­maksimalkan potensinya. ”Pesantren kan bagian dari pusat ketahanan pangan juga. Ini penting untuk diperhati­kan,” tutup Yazid. (tib/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *